Bupati Tabanan Tegaskan Jatiluwih sebagai Destinasi Wisata Unggulan Berbasis Alam dan Budaya
📅 Sabtu, 19 Jul 2025, 20:46 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
TABANAN – Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, menegaskan pentingnya menjaga eksistensi Jatiluwih sebagai destinasi wisata unggulan berbasis alam dan budaya.
"Jatiluwih telah dikenal luas di dunia sebagai destinasi dengan pemandangan alam pegunungan yang asri, keunikan sawah berundak, serta sistem irigasi tradisional Subak yang luar biasa," kata dia saat membuka Festival Jatiluwih VI/2025 di Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali, Sabtu (19/7).
Dia menjelaskan Festival Jatiluwih bukan sekadar perayaan budaya, tetapi bentuk nyata promosi potensi lokal yang mengangkat tradisi, budaya, dan kuliner khas Desa Jatiluwih.
Bahkan, ia mengatakan Subak Jatiluwih telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia sejak 6 Juli 2012. Di penghujung 2024, Desa Wisata Jatiluwih juga meraih tiga penghargaan prestisius, yakni Best Tourism Village dari UNWTO, sertifikat desa wisata berkelanjutan dari Kemenparekraf, serta penghargaan desa wisata digital friendly dari ajang Dewiku.
"Saya mendorong agar Jatiluwih tetap aktif dipromosikan melalui media sosial dan kegiatan festival, guna menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Festival kali ini mengusung tema “Growth with Nature” atau “Tumbuh Bersama Alam”, yang menurut Bupati Sanjaya sejalan dengan filosofi Tri Hita Karana, menjaga harmoni antara manusia dan alam.
“Tema ini pada dasarnya juga dapat dimaknai sebagai sebuah upaya sungguh-sungguh untuk mewujudkan visi kita yaitu, Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui pola pembangunan semesta berencana menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM). Saya ingin menjadikan visi ini sebagai kiblat atau arah pembangunan pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Tabanan,” katanya.
Ia berharap, ke depan dapat diselenggarakan kegiatan pariwisata bertaraf internasional di Jatiluwih yang mampu menarik lebih banyak wisatawan asing.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia juga meminta badan pengelola DTW Jatiluwih terus berinovasi dan menciptakan terobosan strategis, namun tetap menjaga identitas Jatiluwih sebagai pariwisata berbasis pertanian dan budaya.
Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan Rai Wahyuni Sanjaya memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan festival yang inspiratif.
Ia menilai festival ini mampu membangkitkan semangat masyarakat, khususnya perempuan dan generasi muda, dalam menjaga budaya dan memberdayakan potensi lokal melalui partisipasi aktif dalam berbagai kegiatan festival.
Manager DTW Jatiluwih John Ketut Purna menyampaikan Jatiluwih Festival VI momentum penting yang tidak hanya merayakan budaya, tetapi juga gaya hidup yang menyatu dengan alam.
Pihaknya ingin menyampaikan pesan kuat bahwa pertumbuhan sejati lahir dari hubungan harmonis dengan lingkungan, bukan dari eksploitasi sumber daya alam.
“Hari ini kita tidak hanya meresmikan sebuah festival, kita sedang menyampaikan kepada seluruh dunia bahwa desa kecil yang ada di lereng Gunung Batukaru ini, bernama Desa Jatiluwih punya cerita besar yang ingin dibagikan, kita punya nilai. Kita punya warisan dan yang lebih penting, kita punya semangat,” katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!