- Home
-
- Luar Negeri
-
- Land Rover Tunda Peluncura...
Land Rover Tunda Peluncuran Range Rover Listrik Baru
Jumat, 18 Jul 2025, 21:20 WIBLONDON - Produsen mobil terbesar di Inggris, Jaguar Land Rover (JLR), baru-baru ini menunda peluncuran yang direncanakan untuk Range Rover listrik baru dan model Jaguar listrik untuk memberinya waktu untuk pengujian lebih lanjut dan agar permintaan meningkat.
Dari The Guardian, perusahaan telah menulis surat kepada pelanggan yang menunggu Range Rover Electric untuk memberi tahu mereka bahwa pengiriman model versi baru tidak akan dimulai hingga tahun depan, setelah awalnya ditargetkan pada akhir tahun 2025.
Dua orang yang mengetahui rencana pembuat mobil itu mengatakan bahwa dua model Jaguar yang direncanakan â yang sangat dinantikan sejak perubahan merek berwarna merah muda dan biru yang viral â mungkin juga akan ditunda beberapa bulan dibandingkan dengan rencana awal.
JLR telah terdampak tarif Donald Trump dalam beberapa bulan terakhir; minggu ini, perusahaan melaporkan penurunan penjualan sebesar 15,1 persen dalam tiga bulan hingga Juni setelah penghentian sementara ekspor ke AS. Perusahaan juga telah membuka skema pemutusan hubungan kerja sukarela untuk hingga 500 manajer dalam upaya menghemat biaya.
Namun, penjualan diperkirakan akan membaik setelah kesepakatan dagang terbatas antara Inggris dan AS yang memungkinkan tarif 10 persen lebih rendah untuk 100.000 ekspor pertama. Perusahaan telah melaporkan laba selama 10 kuartal berturut-turut setelah upaya pemulihan.
Produsen mobil yang dimiliki oleh konglomerat India, Tata, ini lebih berhati-hati dalam mengadopsi teknologi listrik dibandingkan para pesaing kendaraan mewahnya. Hal ini sempat membuat mereka terancam denda berat karena gagal mencapai target penjualan kendaraan listrik di Inggris. Namun, tekanan tersebut telah mereda setelah Inggris melonggarkan aturan yang dikenal sebagai mandat kendaraan tanpa emisi (ZEV), sebagai respons terhadap lobi besar-besaran yang dilakukan oleh produsen mobil, termasuk JLR.
Seorang juru bicara JLR mengatakan: "Pada tahun 2030, JLR akan menjual versi listrik dari semua merek mewahnya. Rencana dan arsitektur kendaraan kami fleksibel sehingga kami dapat beradaptasi dengan berbagai permintaan pasar dan klien. Kami berkomitmen pada standar desain, kapabilitas, dan kualitas tertinggi, dan kami akan meluncurkan model-model baru kami pada waktu yang tepat untuk klien, bisnis, dan pasar individual kami."
Penundaan peluncuran model selama beberapa minggu atau bahkan bulan bukanlah hal yang aneh, karena produsen mobil mencoba menyelaraskan produk mereka dengan pasar.
Mendapatkan tanggal peluncuran yang tepat sangatlah penting bagi Jaguar, yang JLR berharap untuk mengubah dirinya menjadi merek kendaraan listrik saja yang akan menarik minat pembeli yang lebih muda dan kaya.
Kampanye promosi pada bulan Desember yang menampilkan mobil konsep berwarna merah muda dan biru cerah memicu gelombang minat yang besar â serta reaksi keras perang budaya setelah trailer teaser yang menampilkan beragam model .
Produksi mobil listrik Jaguar pertama sejak perubahan merek, yang saat ini dikenal sebagai Type 00, dijadwalkan pada Agustus 2026, menurut sumber yang mengetahui jadwal produksi. Meskipun harganya belum dikonfirmasi, diperkirakan akan mencapai lebih dari £100.000. Model Jaguar kedua kemungkinan baru akan menyusul pada Desember 2027.
Versi listrik baru Range Rover Velar juga akan mulai diproduksi pada April 2026, meskipun kemungkinan akan ditunda lebih lanjut, ujar sumber tersebut. Model listrik di bawah sub-merek Defender kemungkinan akan mulai diproduksi pada kuartal pertama 2027.
Kebijakan Trump juga membuat penundaan lebih menarik bagi JLR, karena pemerintahannya secara aktif berupaya menghambat peralihan ke mobil listrik di AS, pasar utama produsen tersebut. Masa kerja sama singkat Trump dengan bos Tesla, Elon Musk, telah berakhir dengan permusuhan.
Peralihan JLR yang lebih lambat ke kendaraan listrik juga akan sejalan dengan dimulainya produksi pabrik baterai yang sedang dibangun Tata di Somerset . Pabrik yang dibangun oleh anak perusahaan bernama Agratas ini dijadwalkan mulai berproduksi pada kuartal terakhir tahun 2027, menurut panggilan investor terbaru Tata Motors. Hal ini terjadi setahun lebih lambat dari rencana awal perusahaan.
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Bantul Segera Kumpulkan Bendahara Desa Terkait Pengelolaan Keuangan
-
3 Nelayan Indonesia Terombang-ambing di Laut Dua Hari, Berhasil Diselamatkan Kapal Tanker Malaysia
-
Disaksikan Prabowo: Menteri Bahlil Teken Tiga Perjanjian dengan Korea
-
Sertifikat Tanah Gratis di Mimika, Pemkab dan BPN Kerja Sama Permudah Warga
-
Bakamla RI Rayakan HUT ke-20 dengan Khitanan Massal Gratis
-
Ukraina dan Russia Gelar Pembicaraan Langsung Pertama di Abu Dhabi, Bahas Rencana Perdamaian Trump
-
Stasiun Jatake Beroperasi Akhir Januari 2026, Mobilitas Tangerang-Jakarta Makin Optimal
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.