- Home
-
- Megapolitan
-
- Stasiun Jatake Beroperasi ...
Stasiun Jatake Beroperasi Akhir Januari 2026, Mobilitas Tangerang-Jakarta Makin Optimal
Kamis, 22 Jan 2026, 17:30 WIBJAKARTA - Operasional Stasiun Jatake dijadwalkan dimulai pada akhir Januari 2026 setelah PT Kereta Api Indonesia (Persero) menuntaskan berbagai persiapan teknis dan layanan. Stasiun yang berada di lintas Commuter Line Tanah Abang-Rangkasbitung ini diproyeksikan menjadi simpul penting pergerakan harian masyarakat dari wilayah penyangga menuju pusat aktivitas ekonomi Jakarta.
Berlokasi di Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Stasiun Jatake hadir di kawasan dengan pertumbuhan permukiman dan aktivitas ekonomi yang pesat. Keberadaan stasiun ini dinilai strategis karena berada di koridor utama perjalanan pekerja, pelaku usaha, hingga masyarakat yang beraktivitas lintas wilayah setiap hari.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyebut peningkatan kebutuhan transportasi massal di Kabupaten Tangerang sejalan dengan karakter demografi dan struktur ekonomi wilayah tersebut. Menurutnya, konektivitas yang efisien menjadi faktor krusial dalam menjaga kelancaran aktivitas ekonomi dan produktivitas harian masyarakat.
"Kehadiran Stasiun Jatake memperpendek akses dari kantong-kantong permukiman dan kegiatan di Pagedangan dan sekitarnya, sehingga mendukung kelancaran aktivitas perdagangan dan produktivitas ekonomi harian," kata Anne dalam keterangan resmi, Kamis (22/1/2026).
Ia menegaskan stasiun ini dirancang untuk menjawab kebutuhan perjalanan yang cepat, terjangkau, dan terjadwal.
Anne menjelaskan Commuter Line merupakan moda transportasi yang banyak digunakan pekerja lintas sektor, mulai dari industri, jasa, logistik, hingga UMKM dan perdagangan. Akses yang andal dinilai sangat penting bagi kelompok pekerja tersebut untuk menjaga ritme kerja dan efisiensi waktu tempuh.
Di sisi lain, kawasan Tanah Abang sebagai pusat perdagangan tekstil dan grosir nasional memiliki keterkaitan ekonomi yang kuat dengan wilayah penyangga seperti Kabupaten Tangerang. Pedagang, pekerja sektor perdagangan, dan pelaku UMKM disebut rutin melakukan perjalanan menuju kawasan tersebut sebagai bagian dari aktivitas ekonomi harian.
"Pedagang, pekerja sektor perdagangan, serta pelaku UMKM dari Kabupaten Tangerang melakukan perjalanan rutin menuju kawasan tersebut," jelas Anne.
Ia menilai Stasiun Jatake akan memperkuat konektivitas ekonomi antara daerah penyangga dan pusat perdagangan Jakarta.
Bagi pekerja formal, Stasiun Jatake membuka peluang tinggal di kawasan hunian penyangga yang lebih terjangkau tanpa mengorbankan kepastian perjalanan menuju tempat kerja. Hal ini relevan dengan kondisi Kabupaten Tangerang yang memiliki luas wilayah 959,61 kilometer persegi dan terbagi dalam 29 kecamatan, sehingga membutuhkan simpul transportasi yang mampu mengonsolidasikan pergerakan masyarakat.
Stasiun Jatake dibangun melalui skema creative financing antara KAI dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (Sinar Mas Land) dengan konsep Transit Oriented Development (TOD). Stasiun ini berdiri di atas lahan 2.435 meter persegi, memiliki tiga lantai, dan dirancang melayani hingga 20.000 penumpang per hari.
Fasilitas parkir kendaraan roda dua, roda empat, dan sepeda telah disiapkan, serta tersedia lahan pengembangan lanjutan sekitar 4.000 meter persegi untuk integrasi antarmoda. Dari sisi desain, Stasiun Jatake mengusung konsep modern tropis dengan sirkulasi udara alami dan pemanfaatan panel surya untuk efisiensi energi.
Saat ini, Stasiun Jatake memasuki tahap uji fungsi dan simulasi operasional bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. Tahap ini dilakukan untuk memastikan aspek keselamatan, keamanan, dan kesiapan layanan sebelum stasiun resmi melayani penumpang.
"Kami optimistis kehadiran stasiun ini meningkatkan efisiensi mobilitas dan produktivitas masyarakat secara berkelanjutan," tutup Anne.
Berdasarkan data BPS Januari 2026, Kabupaten Tangerang dihuni sekitar 3,46 juta jiwa dengan 67,82 persen penduduk berada pada usia produktif, yang membentuk pola mobilitas harian tinggi menuju Jakarta.
- Transportasi Publik
- Kereta Rel Listrik
- PT KAI Commuter
- KAI
- KRL
- kereta commuter
- PT Kereta Commuter Indonesia
- Transportasi Umum
- Konsep TOD
- Stasiun Tanah Abang
- Commuter Line
- Stasiun Jatake
- green line
- Stasiun Rangkasbitung
- Transit Oriented Development
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Balai Taman Nasional Gunung Rinjani Bersihkan Sampah di Kawasan Sembalun
-
KAI Percepat Proyek Peron Baru Stasiun Bogor untuk KRL 12 Rangkaian
-
Hingga Pukul 03:40 Baru 60 Persen Upaya Bebaskan Korban KAI yang Terjepit. Kesempitan Ruang Kerja Jadi Kendala
-
HUT Jakarta 2026 ke-499: Pemprov DKI Gratiskan Transportasi Umum dan Tempat Wisata 3 Hari
-
Update Tragedi Kereta Bekasi: Pemkot Siapkan Posko Darurat dan Pendampingan Keluarga Korban
-
Jalur KRL dan KA Diminta Dipisah
-
Tabrakan Kereta, Lima Korban Terjepit Wanita Semua. Mereka Terjepit Sejak Kejadian Senin hingga Selasa Pagi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.