Bos Pabrik Narkoba Asal Ukraina Minta Dibebaskan, Hakim Tegas Menolak
📅 Jumat, 18 Jul 2025, 12:51 WIB | Oleh: Lili Lestari“Terdakwa diketahui merekrut dua WNA Ukraina lainnya, Ivan dan Mykyta Volovod. Selain itu, Roman juga memperkenalkan dua pelaku lain yang masih buron, yakni Oleksii Kolotov (DPO) sebagai penyandang dana dan Oleg Tkachuk (DPO) sebagai teknisi hidroponik,” papar JPU.
Laboratorium narkoba tersebut dilengkapi peralatan kimia dan sistem hidroponik canggih.
Selama beroperasi sejak akhir 2022, pabrik ini telah memproduksi sedikitnya 1 kilogram mephedrone dan 4 kilogram ganja yang diedarkan secara daring menggunakan aplikasi Telegram dengan nama akun ‘HYDRA.’ Transaksi dilakukan secara anonim melalui cryptocurrency (mata uang kripto) menggunakan platform Binance.
Saat penggerebekan, polisi menyita 437 gram mephedrone siap edar, hampir 10 kilogram ganja, serta sejumlah bahan kimia berbahaya seperti bromo, methylamine, dan asam klorida.
Sebaiknya Anda baca juga:
Roman sempat melarikan diri ke Thailand sebelum akhirnya ditangkap otoritas imigrasi Bangkok pada April 2024.
Roman diekstradisi ke Indonesia pada Desember 2024 setelah diterbitkan red notice oleh Interpol.
Atas perbuatannya tersebut, Roman dijerat dengan dakwaan kumulatif, yakni Pasal 113 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1), Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1), dan Pasal 111 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya maksimal seumur hidup dan denda hingga Rp10 miliar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!