Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kesepakatan Tarif AS dan RI Beri Kepastian ke Pasar Keuangan dan Dunia Usaha

📅 Kamis, 17 Jul 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi

“Dengan margin tarif ini, kita punya ruang untuk bermain di kualitas dan nilai tambah,” jelasnya.

Dia pun meminta Pemerintah untuk memfasilitasi pelaku industri dalam mengakses informasi, insentif ekspor, serta pertemuan bisnis dengan importir AS agar momentum tarif 19 persen ini tidak terlewatkan.

“Jangan sampai ini hanya jadi berita bagus tanpa follow-up konkret. Kami siap kalau dilibatkan dalam delegasi perdagangan,” kata Sapto.

Tidak Seimbang

Sementara itu, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menilai kesepakatan tarif 19 persen di satu sisi menguntungkan sektor ekspor, namun di sisi lain tekanan dagang AS bisa menggerus daya saing ekspor nasional.

Selain itu, tarif impor 0 persen untuk produk asal AS juga perlu dicermati secara kritis. “Kita tidak boleh melihat ini sekadar sebagai pengumuman teknis, tapi sebagai sinyal bahwa hubungan dagang kita sedang memasuki fase negosiasi yang tidak seimbang,” kata Sekretaris Jenderal BPP HIPMI Anggawira.

Meskipun penetapan tarif 19 persen menjadi yang terendah di antara negara-negara Asia, dia menilai kesepakatan dagang tersebut tetap akan menimbulkan sejumlah dampak terhadap industri.

Dari Surabaya, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga, Rossanto Dwi Handoyo, mengatakan, diplomasi ekonomi Indonesia kalah jauh dan tidak seimbang dengan AS.

Sebab itu, produk ekspor Indonesia yang masih didominasi oleh komoditas berbasis sumber daya alam (SDA) dan tenaga kerja murah perlu segera ditransformasi.

“Pemerintah perlu mendorong penciptaan nilai tambah melalui inovasi dan teknologi. Kita harus mulai beralih ke produk-produk semi high-tech dan high-tech. Bukan lagi hanya mengandalkan barang mentah atau tenaga kerja murah,” kata Rossanto.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.