Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kesepakatan Tarif AS dan RI Beri Kepastian ke Pasar Keuangan dan Dunia Usaha

📅 Kamis, 17 Jul 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Kesepakatan Tarif AS dan RI Beri Kepastian ke Pasar Keuangan dan Dunia Usaha Doc: istimewa
Ket. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menilai kesepakatan tarif dagang AS dengan RI itu akan berdampak positif terhadap pasar keuangan karena memberikan kepastian bagi pelaku pasar, baik dalam maupun luar negeri.

JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump sudah mengumumkan kesepakatan (deal) tarif perdagangan timbal balik dengan Pemerintah RI pada Selasa (15/7). Produk RI yang diekspor ke AS dikenakan tarif masuk 19 persen, sedangkan produk AS yang masuk ke Indonesia bebas dari tarif dan hambatan nontarif atau free. 

Kendati oleh banyak kalangan dinilai tidak adil dan tidak fair, tetapi kenyataan itu harus diterima, karena para negosiator khususnya Presiden Prabowo Subianto sendiri sudah berupaya maksimal menurunkan besaran tarif dari semula terancam dikenakan 32 persen, kini berkurang menjadi 19 persen.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo di Jakarta, Rabu (16/7) menilai kesepakatan tarif dagang AS dengan RI itu akan berdampak positif terhadap pasar keuangan karena memberikan kepastian bagi pelaku pasar, baik dalam maupun luar negeri.

“Secara keseluruhan, kami juga berpandangan (kesepakatan tarif) akan berdampak positif terhadap ekspektasi pasar dan aliran modal asing jangka pendek ke Indonesia,” kata Perry.

Kesepakatam juga akan memperbaiki ekspektasi para pengusaha dan pelaku di sektor keuangan, seperti perbankan, dalam membuat keputusan-keputusan bisnis ke depan. Bank sentral kata Perry menyambut baik kesepakatan tarif yang diyakini akan berdampak positif terhadap prospek ekonomi, termasuk pertumbuhan ekonomi, pasar keuangan, kebijakan moneter, dan nilai tukar rupiah ke depan.

“Secara keseluruhan kami memandang hasilnya ini akan positif,” katanya.

Otoritas moneter selanjutnya akan melakukan pendalaman secara rinci mengenai dampak kesepakatan tarif, tidak hanya terhadap pertumbuhan ekonomi dan pasar keuangan, melainkan juga terhadap neraca perdagangan. Kinerja ekspor Indonesia, termasuk ke AS, tambahnya akan tetap baik. Dia bahkan memperkirakan impor AS dari Indonesia akan meningkat.

Sedangkan, impor yang masuk ke Indonesia dari AS bersifat produktif dan diyakini akan mendorong pertumbuhan ekonomi ke depan, baik melalui investasi maupun sektor-sektor lainnya.

Secara keseluruhan, jelas Perry, kesepakatan tarif akan mendukung prospek ekonomi nasional ke depan, khususnya di sektor perdagangan. “Secara rincinya, tentu saja pada waktunya kami akan menyampaikan hasil assessment (dampak kesepakatan tarif) secara rinci,” kata Perry.

Pada kesempatan lain,Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Daerah Istimewa Yogyakarta menyambut positif kesepakatan tarif dagang antara AS dan Indonesia.

Ketua Asmindo DIY, Sapto Daryono, menyebut kesepakatan tersebut sebagai “angin segar” bagi pelaku industri mebel dan kerajinan di Yogyakarta dan sekitarnya. “Kami akan sulit bersaing jika bea masuk di atas 30 persen, sekarang dengan 19 persen, ini jadi lebih kompetitif dibanding negara ASEAN lainnya yang dikenakan tarif bisa lebih tinggi,” kata Sapto, Rabu (16/7).

Kepastian tarif juga katanya memberikan dasar yang kuat bagi pengusaha untuk merancang ekspansi dan produksi jangka menengah. Sebab, kompetitor seperti Vietnam dikenai tarif 20 persen oleh AS, bahkan bisa mencapai 40 persen jika ketahuan melakukan transshipment atau pengalihan jalur barang. Sementara Thailand dikenai tarif sebesar 36 persen, dan Filipina 20 persen.

“Kita sekarang lebih baik dari mereka, dan ini harus dimanfaatkan dengan baik,” tegasnya.

Menurut Sapto, industri kerajinan dan mebel di DIY memiliki keunggulan dari sisi desain, kekuatan narasi budaya, dan daya tahan produk. Namun, kendala biaya logistik dan tarif bea masuk selama ini membuat harga produk RI di pasar AS tidak kompetitif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.