Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gim Horor Lokal Siap Go Internasional, Wamenekraf Beri Dukungan Penuh

📅 Kamis, 17 Jul 2025, 11:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gim Horor Lokal Siap Go Internasional, Wamenekraf Beri Dukungan Penuh Doc: Antara Foto
Ket. Wamen Ekraf dukung pengembangan gim horor "Agni" karya developer lokal go global

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf), Irene Umar, menyambut positif potensi gim horor naratif "Agni: Village of Calamity" karya studio lokal Separuh Interactive sebagai Intellectual Property (IP) Indonesia yang berkelas global.

“Yang kita dukung bukan hanya produknya, tapi juga proses kreatif, keberanian bercerita, dan dorongan untuk mengembangkan IP yang kuat dan berkelanjutan,” ujar Wamen Ekraf dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis.

Menurut Irene, Agni adalah contoh gim indie Indonesia yang tidak hanya memiliki kekuatan sinematik, tetapi juga membicarakan isu-isu mendalam seperti trauma perempuan, dengan pendekatan visual yang artistik dan kuat secara identitas lokal.

Wamen Ekraf menambahkan pentingnya membangun ekosistem yang menyokong bukan hanya hasil akhir, tetapi proses dan keberlanjutan dari IP itu sendiri.

Irene memberikan sejumlah masukan strategis, termasuk potensi aktivasi kreatif seperti pengalaman rumah hantu berbasis cerita Agni, serta pemanfaatan IP untuk pengembangan lintas platform.

Ia juga membuka kemungkinan untuk menjembatani kolaborasi yang lebih luas termasuk dengan brand, selama hal tersebut dapat mendukung keberlanjutan ekosistem kreatif.

“Kalau kita bisa dukung dari awal dan bantu jembatani ke pihak swasta maupun publik, bukan tidak mungkin IP ini bisa berkembang ke banyak bentuk lain, film, grafis, merchandise, bahkan pameran,” jelas Wamen Ekraf.

Sementara itu, tim Separuh Interactive memaparkan bahwa pengembangan gim ini dilakukan secara mandiri dengan mengandalkan talenta lokal, termasuk seniman, animator, dan programmer Indonesia yang terus diasah kemampuannya.

Dengan pendekatan in-house dan investasi talenta, mereka berharap bisa menghadirkan produk dengan kualitas global sekaligus membuka ruang kolaborasi lintas subsektor ekraf lainnya seperti musik, fashion, dan film.

“Yang mahal sekarang bukan teknologi, tapi empowerment. Kita ingin membangun ekosistem, bukan hanya satu produk,” ujar sutradara kreatif gim Agni, Surgadeva.

Dia menambahkan bahwa saat ini beberapa musisi dan komposer lokal telah diajak berkolaborasi untuk mengisi soundtrack, dan tim juga terbuka untuk menjajaki kerja sama dengan brand dan institusi yang relevan.???????

Business Growth Director Separuh Interactive, Yudi Tukiaty menyampaikan apresiasinya kepada Kemenekraf yang sudah membuka ruang diskusi, memberi arahan, serta mendukung pengembang gim lokal.

Ia menambahkan bahwa IP Agni juga sedang dijajaki untuk kolaborasi komersial dengan brand lokal secara organik.

“Dengan dukungan yang tepat, kami percaya industri gim Indonesia bisa tumbuh sebagai pilar ekonomi kreatif digital,” pungkas Yudi.???????

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Ekonomi
Kuartal I, Hilirisasi Nikel...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.