Truk Terjebak Neraka Jalan Bali! Jalan Utama Amblas Sedalam 8 Meter, Sopir Dipaksa Tempuh 243 KM Lewat Jalur Maut
📅 Rabu, 16 Jul 2025, 12:05 WIB | Oleh: Alfina Febriyana
Doc: Istimewa
JAKARTA - Kondisi lalu lintas di Bali mendadak lumpuh total usai terjadinya amblasnya jalan utama penghubung Denpasar–Gilimanuk di kawasan Pasar Bajera, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan. Lubang raksasa sedalam 8 meter muncul tiba-tiba pada Senin (7/5), seolah menelan sebagian badan jalan tanpa ampun.
Akibatnya, jalur vital ini terputus total, dan arus kendaraan terutama truk logistik terpaksa dialihkan melalui jalur utara Bali yang lebih jauh dan berbahaya.
Bencana infrastruktur ini memaksa para sopir menanggung beban berat, baik secara fisik maupun mental.
Salah satunya, Suranto (50), pengemudi truk tronton asal Tangerang, harus menempuh rute memutar sejauh 243 kilometer lebih dari dua kali lipat jarak normal demi mengantar material ke Denpasar.
Jalur baru yang dia lalui bukan jalur biasa, dipenuhi tanjakan curam, tikungan tajam yang mematikan, serta rimbunan pohon rendah yang mengancam keselamatan kendaraan besar. Alih-alih sampai dalam waktu 6 jam, perjalanannya kini memakan waktu lebih dari 12 jam.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kisah serupa datang dari Irqi (24), sopir asal Probolinggo, Jawa Timur. Dia yang biasanya hanya butuh 4 jam dari pelabuhan kini harus berjibaku hingga lebih dari 9 jam.
Meski keduanya mengaku mendapat tambahan uang lembur, itu tidak sebanding dengan kelelahan dan risiko tinggi yang mereka hadapi di jalan alternatif yang tidak ramah truk besar.
Pemprov Bali mengonfirmasi proses perbaikan tak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Proyek ini diprediksi memakan waktu sekitar satu bulan karena titik amblas berada di atas jalur irigasi, yang membuat pekerjaan teknis lebih rumit dan berisiko longsor lanjutan jika tergesa-gesa.
Sebaiknya Anda baca juga:
Masyarakat dan pelaku logistik pun semakin geram. Jalan nasional yang seharusnya menjadi tulang punggung distribusi di Bali ini kini berubah jadi sumber mimpi buruk.
Banyak pihak mendesak agar pemerintah pusat turun tangan dan mempercepat proses perbaikan, karena bukan hanya waktu dan biaya yang terbuang, tapi juga keselamatan para pekerja jalanan yang dipertaruhkan setiap hari.
Kini, jalan utama Bali yang seharusnya jadi nadi pariwisata dan ekonomi berubah menjadi medan tempur penuh risiko.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!