Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kuota Mahasiswa PTN Membengkak, DPR Soroti Kualitas dan Daya Tampung

📅 Rabu, 16 Jul 2025, 21:21 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kuota Mahasiswa PTN Membengkak, DPR Soroti Kualitas dan Daya Tampung Doc: Koran Jakarta/M.Fachri
Ket. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto

Anggota Komisi X DPR RI Lita Machfud Arifin menyoroti adanya perguruan tinggi negeri di Surabaya yang menerima lebih dari 30 ribu mahasiswa baru, yang dinilai sebagai ketimpangan penerimaan mahasiswa baru di kampus swasta dan negeri.

Dalam rapat kerja Komisi X DPR RI bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI di Jakarta, Rabu, Lita memaparkan hal tersebut menyebabkan banyak kampus swasta di Surabaya yang berkualitas dengan akreditasi unggul mengalami kekurangan mahasiswa.

"Hal ini terjadi karena salah satu perguruan tinggi negeri membuka penerimaan mahasiswa baru, dalam jumlah yang sangat besar, bahkan melebihi 30 ribu orang dalam satu tahun ajaran," katanya.

Maka dari itu, Lita mengusulkan agar Kemdiktisaintek membuat kebijakan batas penerimaan mahasiswa baru, untuk memastikan keseimbangan antara dosen dan mahasiswa.

"Kami mendorong agar kementerian dapat menetapkan batas maksimal mahasiswa baru yang boleh diterima oleh perguruan tinggi baik negeri maupun swasta, khususnya Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN_BH), kebijakan ini penting untuk memastikan rasio dosen dan mahasiswa tetap ideal," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan pihaknya telah mengingatkan bahwa PTN tidak boleh melakukan rekrutmen penerimaan mahasiswa baru lebih dari Juli.

"Sesuai dengan kuota sebelumnya, termasuk dengan waktunya kita batasi sampai dengan bulan Juli, kita sudah mengeluarkan dua kali surat edaran agar negeri tidak membuka setelah bulan Juli," tegasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa peristiwa penerimaan mahasiswa baru yang dinilai berlebihan itu terjadi pada periode 2023/2024.

"Memang setelah itu dilakukan evaluasi dan ditegur, dan memang diminta untuk mengurangi jumlahnya, jadi kembali ke sebelumnya," ucap Mendiktisaintek Brian Yuliarto.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.