Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bocah 8 dan 10 Tahun Jadi Pelaku Pelemparan Batu KRL di Bogor, Begini Langkah PT KAI

📅 Rabu, 16 Jul 2025, 08:21 WIB | Oleh:
Bocah 8 dan 10 Tahun Jadi Pelaku Pelemparan Batu KRL di Bogor, Begini Langkah PT KAI Doc: Instagram

Bogor, Jawa Barat – Kecelakaan yang tampak sepele sempat mengguncang jadwal operasional KRL relasi Jakarta Kota–Bogor pada Jumat (11/7). Sekitar pukul 16.05 WIB, Commuter Line nomor 1322 melintas di antara Stasiun Cilebut dan Bogor, tepatnya dekat JPO Pasar Anyar, ketika tiba-tiba sebuah batu kecil menerjang kaca jendela pintu belakang kereta hingga retak. Meski tidak menimbulkan korban luka, aksi ini menimbulkan risiko besar terhadap keselamatan penumpang.

Menurut Kasi Humas Polres Bogor Kota, Ipda Eko Agus, pelaku ternyata masih di bawah umur. Dua bocah berinisial MF (8) dan MFS (10) kedapatan sedang bermain di pinggir rel dan iseng melempar batu ke arah kereta. Salah satu batu mengenai kaca kereta hingga retak.

Petugas gabungan dari KAI Commuter langsung melakukan penyisiran lokasi pada pukul 17.20 WIB dan berhasil menemukan kedua bocah tersebut. Mereka kemudian dibawa ke rumah masing-masing pada pukul 17.50 WIB, sebelum akhirnya berdua bersama orang tua dan perwakilan PT?KAI tiba di Stasiun Bogor pada pukul 18.25 WIB. Kasus ini kemudian dilanjutkan proses mediasi di Polsek Bogor Tengah sekitar pukul 20.45 WIB.

Dalam mediasi, orang tua pelaku menyatakan siap bertanggung jawab. Mereka menandatangani surat pernyataan untuk mencegah anak mereka mengulangi aksi serupa. Karena usia pelaku masih di bawah umur, pihak kepolisian dan PT?KAI sepakat menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan, bukan melalui jalur pidana formal.

Pihak KAI Commuter menyoroti bahwa rangkaian kereta yang rusak akibat lemparan batu ini sempat tidak beroperasi hingga tiga hari untuk perbaikan kaca. Dalam pernyataannya, VP Corporate Secretary Joni Martinus mengecam tindakan pelemparan tersebut sebagai bentuk vandalisme yang mengancam keselamatan publik. Direktur Utama KAI Commuter, Asdo Artriviyanto, menekankan bahwa meski pelaku masih anak-anak, dampak dari aksi tersebut sungguh berbahaya. Ia meminta dukungan masyarakat dan pemeran wilayah seperti RT/RW untuk mendidik anak-anak agar tidak mengulangi perbuatan serupa.

Dari sudut hukum, Undang?Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian melarang tindakan yang merusak sarana perkeretaapian. Jika tindakan tersebut menyebabkan bahaya besar atau korban luka, pelaku meskipun masih anak-anak tetap dihukum penjara hingga 15 tahun berdasarkan KUHP Pasal 194.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Komcad ASN

40 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...

Upaya Pembersihan Sampah di Kawasan Laut Jakarta

40 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

40 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...
Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
Ekonomi
Pemerintah Siapkan Perubaha...
Nasional
Diskusi, Demokrasi Pancasil...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.