Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bahayanya Limbah B3 di Tengah Permukiman

📅 Rabu, 16 Jul 2025, 17:59 WIB | Oleh:

Paparan formaldehida dan sulfur dioksida juga bisa menyebabkan iritasi pada kulit, mata, dan saluran cerna, terutama jika terjadi secara terus menerus. Ini bukan soal kenyamanan hidup, tapi tentang keberlangsungan generasi yang sehat.

Fakta yang sering kali tidak disadari adalah bahwa limbah tidak hanya mencemari udara, tetapi juga tanah dan air. Zat berbahaya dari pembakaran limbah bisa mengendap di tanah dan terbawa ke air tanah, mencemari sumur warga.


Kontaminasi sistemik

Saat musim hujan datang atau terjadi kebocoran sistem, kontaminasi bisa menyebar luas. Risiko ini membuka jalan kontaminasi sistemik melalui konsumsi makanan dan air minum yang tampak aman, namun menyimpan racun berbahaya.

Dalam kondisi seperti ini, kesadaran warga menjadi benteng awal perlindungan. Pakar kesehatan mendorong masyarakat untuk aktif mendeteksi dan melaporkan aktivitas pembakaran limbah ilegal.

Laporan dapat diajukan ke dinas lingkungan hidup, dinas kesehatan, atau bahkan Kepolisian, dilengkapi dokumentasi, seperti foto dan video sebagai bukti awal.

Selain itu, penggunaan masker N95 atau kain basah ketika mencium bau menyengat, menghindari konsumsi air tanah, serta melakukan pemeriksaan kesehatan rutin menjadi langkah penting untuk mitigasi dampak. Pemeriksaan yang disarankan mencakup fungsi paru-paru, hati, ginjal, dan darah lengkap.

Meskipun demikian, sejatinya perjuangan ini tidak bisa hanya dibebankan kepada masyarakat. Negara memiliki tanggung jawab konstitusional untuk menjamin hak warga atas lingkungan hidup yang bersih dan sehat.

Masalah ini bukan sekadar pelanggaran teknis perizinan industri, tetapi pelanggaran atas hak asasi manusia.

Pasal 65 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 secara tegas menyatakan bahwa setiap orang berhak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat. Pernyataan ini bukan sekadar tulisan dalam lembaran hukum, melainkan janji negara yang seharusnya hidup dalam tindakan nyata.

Pemerintah perlu memastikan bahwa keberadaan cerobong asap di pabrik bukanlah alasan untuk mengabaikan tanggung jawab lingkungan.

Cerobong asap, tidak serta merta mengurangi risiko polusi udara. Bahkan, dalam banyak kasus, semakin banyak cerobong, tanpa sistem filtrasi yang memadai hanya akan memperluas distribusi polutan.

Tanpa penyaring partikulat, scrubber, atau teknologi pengendali lainnya, cerobong hanya menjadi saluran polusi ke atmosfer. Seharusnya, cerobong merupakan tahap akhir setelah gas limbah melalui proses filtrasi dan netralisasi zat berbahaya, bukan sebaliknya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

52 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.