Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PHBS Harus Ditanamkan Sejak SD, Kata Dokter

📅 Selasa, 15 Jul 2025, 17:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
PHBS Harus Ditanamkan Sejak SD, Kata Dokter Doc: Antara
Ket. Dokter Nadhira Afifa, MPH, saat memaparkan mengenai PHBS usai ditemui dalam acara kesehatan di Jakarta, pada Selasa (15/7).

Jakarta - Dokter Residen Gizi Klinik Universitas Indonesia (UI) dr. Nadhira Afifa, MPH, menyarankan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) perlu diajarkan kepada anak terutama ketika mereka mulai mandiri dalam keseharian.

Menurut dia, idealnya untuk memperkenalkan PHBS sejak anak masuk sekolah dasar, yakni mulai usia 6 tahun atau boleh lebih cepat.

"PHBS ini sebenarnya utamanya untuk anak-anak usia sekolah, karena biasanya mereka sudah dikasih untuk makan bekal sendiri, jadi sudah dilepas sama orang tua. Ini kalau bisa dari early mungkin, biasanya usia SD," kata Nadhira usai acara diskusi mengenai PHBS di Jakarta, Selasa (15/7).

Dokter yang juga lulusan Master of Public Health dari Harvard University itu mengatakan bahwa penerapan PHBS pada anak bisa dimulai dengan mengajarkan, seperti membiasakan tujuh langkah cuci tangan yang benar.

Dalam mendukung perilaku tersebut, lanjutnya, juga perlu diterapkan oleh orang tua agar anak bisa mencontoh secara langsung di rumah.

"Jadi bukan cuma secara teori, tapi memang orang tua juga menerapkan jadi anaknya mengikuti," imbuh dia.

Dalam mengajarkan PHBS kepada anak, Nadhira menyarankan agar orang tua untuk memprioritaskan penggunaan air dan sabun dibandingkan tisu basah atau hand sanitizer.

Kemudian, untuk anak perempuan yang sudah memasuki usia produktif juga perlu diedukasi tentang penggunaan pembalut wanita saat menstruasi hingga membiasakan anak menggunakan toilet yang layak saat buang air kecil maupun besar.

"Perilaku membiasakan kalau buang air kecil atau buang air besar, itu memang dilakukan di toilet yang proper, mungkinkan di daerah juga masih ada yang di jamban. Terus membiasakan cuci tangan sebelum dan sesudah," jelas dia.

Sebelumnya, Kepala Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Ir. Dina Agoes Soelistijani, M.Kes, mengatakan bahwa berdasarkan data menunjukkan bahwa hanya sekitar 50–60 persen masyarakat Indonesia yang menerapkan PHBS.

Dalam upaya mendukung perilaku tersebut diperlukan melalui edukasi hingga dukungan nyata dalam bentuk sarana dan prasarana. Oleh karena itu, perlunya keterlibatan lintas sektor dalam upaya mendukung PHBS.

"Kita memang harus bersama-sama berkolaborasi untuk bagaimana kita bisa menciptakan satu kondisi lingkungan yang kondusif untuk terjadinya perubahan perilaku," kata Ir. Dina Agoes Soelistijani, M.Kes.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

36 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.