Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gelombang Panas Picu Lonjakan Permintaan AC di Eropa

📅 Senin, 14 Jul 2025, 23:33 WIB | Oleh:

Penjualan AC sedang melonjak. Di sebuah toko elektronik di Stuttgart pada awal Juli, AC telah terjual habis. "Eropa mulai benar-benar membutuhkan penyejuk (udara)," ujar Markus Schmitz, seorang teknisi pemasangan AC asal Jerman yang jadwalnya sudah penuh hingga akhir Agustus.

"AC bukan lagi barang mewah, tetapi sudah menjadi kebutuhan."

Laporan dari Badan Energi Internasional (International Energy Agency) memperkirakan bahwa pada 2050, jumlah AC di Uni Eropa (UE) akan mencapai 275 juta unit, lebih dari dua kali lipat dibandingkan level pada 2019.

Produsen Tiongkok telah mulai merasakan peningkatan permintaan. Menurut Asosiasi Peralatan Listrik Rumah Tangga Tiongkok, total nilai ekspor AC ke UE dan Inggris mencapai 1,39 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp16.721) dalam lima bulan pertama 2025, naik 20,25 persen secara tahunan (year on year).

Merek-merek Tiongkok juga mencatatkan pertumbuhan di beberapa pasar Eropa. Hisense menyebut penjualan mereka pada paruh pertama 2025 di Italia meningkat lebih dari 20 persen dan melonjak dua kali lipat di Hungaria.

Gree, yang hadir di 48 negara Eropa, melaporkan pertumbuhan yang berkelanjutan pada model AC yang dilengkapi teknologi kecerdasan buatan (AI) dan hemat energi.

Penjualan AC Midea di Eropa melonjak 35 persen pada paruh pertama 2025 dibandingkan dengan periode yang sama pada 2024, termasuk peningkatan 68 persen di Prancis.

"Keluarga muda dan rumah tangga berpendapatan menengah menjadi pendorong utama pertumbuhan tersebut," tutur Feng Xuezhi, general manager divisi AC di Hisense Europe.

Di IFA Berlin 2024, pameran perdagangan elektronik konsumen terbesar di Eropa, Hisense meluncurkan serangkaian produk baru yang memiliki fitur efisiensi energi yang tinggi dan dampak iklim yang rendah.

Feng menuturkan Eropa memiliki aturan yang ketat dalam hal kepatuhan terhadap energi dan lingkungan, yang "membantu membedakan produk-produk kami."

Xu meyakini produsen peralatan rumah tangga Tiongkok semakin bergeser dari persaingan berbasis harga menjadi strategi yang didorong oleh nilai.

"Dengan meningkatnya tekanan iklim, siapa pun yang dapat menawarkan solusi rendah karbon, efisien, dan cerdas akan menonjol," tuturnya. "Dalam hal inilah, merek-merek Tiongkok mulai mendapatkan pengakuan." Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

17 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.