Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Atlantis di Indonesia? Ini Penjelasannya dari Prof. Arysio Santos

📅 Minggu, 13 Jul 2025, 12:25 WIB | Oleh:
Atlantis di Indonesia? Ini Penjelasannya dari Prof. Arysio Santos Doc: Dok. Istimewa

JAKARTA — Gagasan bahwa Indonesia adalah lokasi sesungguhnya dari benua legendaris Atlantis kembali mengemuka dalam sebuah diskusi terbuka yang digelar di Jakarta, Jumat (11/7).

Aruna Books Publishing dan Forum Wartawan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Forwaparekraf) membedah ulang buku Atlantis: The Lost Continent Finally Found, karya Prof. Arysio Santos, ilmuwan asal Brasil yang mengklaim bahwa jejak peradaban Atlantis sesungguhnyaberada di kawasan Nusantara.

“Dalam semua parameter yang disebut Plato, mulai dari sistemirigasi, kekayaan logam, hingga letusan besar yang menenggelamkan daratan, Indonesia selalu relevan,” ujar Frank Joseph Hoff, Presiden Atlantis Publications sekaligus asisten riset utama Prof. Santos, dalam forum tersebut, akhir pekan lalu.

Hoff tidak sekadar berbicara. Ia menampilkan peta topografi purba, citra satelit, kutipan teks-teks kuno, serta grafik elevas iLaut Jawa dan Selat Sunda yang mendukung hipotesis Santos. Ia juga menyebut jejak mitos banjir besar di berbagai budaya lokal, dari Nusa Tenggara hingga Kalimantan, sebagai sinyal bahwa wilayah Indonesia pernah mengalami peristiwa geologis besar yang paralel dengan narasi tenggelamnya Atlantis.

Buku Atlantis: The Lost Continent Finally Found merupakan hasil penelitian lintas disiplin selama lebih dari 30 tahun. Prof. Santos menggabungkan geologi, linguistik, sejarah kuno, arkeologi, hingga paleoklimatologi dalam menyusun teorinya.

Sebaiknya Anda baca juga:

Salah satu temuan kunci adalah analisis terhadap letusan gunung purba Krakatau, yang diyakini sebagai pemicu bencana besaryang menenggelamkan sebagian daratan Sunda, sebuah skenarioyang disebutnya mirip dengan kisah kehancuran Atlantis menurut teks Plato, Timaeus dan Critias.

Lebih dari 30 variabel geografis dan geologis dianalisis dalam buku ini, termasuk data mengenai lapisan tanah, aktivitas tektonik, persebaran flora-fauna purba, hingga jejak budaya agraris kuno.

Dari seluruh variabel yang diuji, Santos menyimpulkan bahwa wilayah Indonesia, khususnya dataranSunda yang kini sebagian besar berada di bawah laut, memiliki tingkat kesesuaian paling tinggi dengan deskripsi Atlantis dalam sumber-sumber klasik.

Meski telah terbit sejak awal 2000-an, buku yang diterbitkan kembali oleh Aruna Books Publishing, kini dibaca ulang dalam konteks baru. Di tengah meningkatnya perhatian pada sejarah lokal dan identitas budaya, diskusi ini menyoroti bagaimana teori Santos bisa diolah menjadi narasi kreatif lintas format—dari dokumenter, novel grafis, hingga permainan edukatif.

“Bagi kami, buku ini masih sangat hidup,” ujar Hoff.

“Kami ingin generasi muda membaca ulang warisan pengetahuan ini bukan sebagai mitos, tapi sebagai titik tolak untuk bertanya ulang: apa yang sebenarnya kita ketahui tentang peradaban kita sendiri?”

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

58 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
Ekonomi
Rupiah Hari Ini Melemah, Pa...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.