Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Investor Asing Kabur! Rp7,9 Triliun Lenyap dari RI dalam Empat Hari

📅 Sabtu, 12 Jul 2025, 12:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Investor Asing Kabur! Rp7,9 Triliun Lenyap dari RI dalam Empat Hari Doc: ANTARA/Muhammad Adimaja
Ket. Petugas menjunjukkan uang pecahan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Kamis (15/5/2025).

JAKARTA - Outflow modal asing pada Juli 2025 merupakan efek kombinasi tekankan global (dolar, tarif, risiko geopolitik) dan ketidakpastian domestik (kebijakan fiskal, politik). 

Meski dana bergeser dari saham ke obligasi pemerintah, kepercayaan asing terhadap pasar Indonesia masih rapuh. 

Kunci pemulihan adalah sinyal stabilisasi ekonomi global, penguatan rupiah, dan reformasi domestik yang meyakinkan.

Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing keluar bersih dari pasar keuangan domestik sebesar Rp7,90 triliun pada pekan kedua bulan ini, yakni periode transaksi 7-10 Juli 2025.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso melalui keterangannya di Jakarta, Jumat (11/7), merinci bahwa jumlah tersebut terdiri dari modal asing keluar bersih di pasar Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), saham, dan Surat Berharga Negara (SBN) masing-masing sebesar Rp5,41 triliun, Rp2,34 triliun, dan Rp0,16 triliun.

Adapun sejak awal tahun ini hingga 10 Juli 2025, modal asing keluar bersih di pasar saham dan SRBI masing-masing sebesar Rp56,24 triliun dan Rp35,08 triliun. Sedangkan modal asing masuk bersih di pasar SBN sebesar Rp59,27 triliun.

Premi risiko investasi (credit default swaps/CDS) Indonesia 5 tahun tercatat relatif stabil dari 73,74 basis point (bps) per 4 Juli 2025 menjadi 73,03 bps per 10 Juli 2025.

Nilai tukar rupiah dibuka stabil di level Rp16.215 per dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Jumat (11/7), dibandingkan posisi pada penutupan Kamis (10/7) yang juga di level Rp16.215 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) tercatat menguat ke level 97,65 pada akhir perdagangan Kamis (10/7).

DXY merupakan indeks yang menunjukkan pergerakan dolar AS terhadap enam mata uang negara utama antara lain euro, yen Jepang, pound Inggris, dolar Kanada, krona Swedia, dan franc Swiss.

Imbal hasil atau yield SBN 10 tahun tercatat stabil di level 6,56 persen pada Jumat (11/7) pagi, dari sebelumnya yang juga di level 6,56 persen pada akhir perdagangan Kamis (10/7).

Sementara imbal hasil US Treasury Note 10 tahun naik ke level 4,350 persen pada akhir perdagangan Kamis (10/7).

Ramdan pun menyampaikan bahwa Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Pramono Cabut KJP dan KJMU Siswa Bermasalah, Pelaku, Perundungan dan Tawuran

Pramono Cabut KJP dan KJMU Siswa Bermasalah, Pelaku, Perundungan dan Tawuran

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.