Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov Jateng Fasilitasi 72.460 Siswa Miskin untuk Sekolah Negeri dan Swasta

📅 Jumat, 11 Jul 2025, 20:05 WIB | Oleh:
Pemprov Jateng Fasilitasi 72.460 Siswa Miskin untuk Sekolah Negeri dan Swasta Doc: antara foto
Ket. SPMB di Provinsi Jateng

SEMARANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) telah menerima sebanyak 72.460 siswa miskin melalui jalur afirmasi pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMA/SMK 2025, baik negeri maupun swasta.

Sebanyak 70 ribu siswa masuk di SMA/SMK negeri, sedangkan 2.460 siswa terdaftar di SMA/SMK swasta melalui program sekolah kemitraan sebagaimana yang digulirkan oleh Gubernur Jateng.

"Pemprov Jateng melakukan intervensi pada siswa yang berada di wilayah miskin ekstrem. Kualifikasi (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) P1, P2 dan P3 dihabiskan semuanya," kata Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, di Semarang, Jumat (11/7).

Namun, diakuinya, upaya itu tak mudah lantaran ada sebagian daerah yang memiliki budaya kerja setelah lulus sekolah menengah pertama (SMP) dan sederajat.

Maka dari itu, Pemprov Jateng terus memberikan edukasi bahwa pendidikan dasar hingga jenjang SMA/SMK harus ditempuh, terlebih lagi ada program sekolah gratis.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng Sadimin mengatakan bahwa upaya Pemprov Jateng memperluas akses pendidikan gratis bagi siswa miskin pada tahun ini dengan menggandeng sekolah swasta melalui program kemitraan.

Ia mengatakan pada tahun ini sebenarnya ada 5.040 kuota yang disediakan, namun yang terdaftar melalui program tersebut hanya 2.460 siswa di SMA/SMK swasta yang menjadi mitra.

Bukannya calon siswa tak tertarik, kata dia, namun ada kendala setelah diteliti di lapangan, di antaranya adalah jarak sekolah dengan rumah calon siswa yang relatif jauh.

"Jarak tempuh jadi pertimbangan. Mereka akhirnya tetap bersekolah di swasta regular," katanya.

Bagi sekolah swasta kemitraan yang mendapatkan sedikit siswa maka akan dilakukan evaluasi, termasuk sekolah yang sama sekali tak mendapatkan siswa kemitraan alias nol pendaftar.

Sementara itu, Arsad Abi Mubarok, pendaftar yang juga warga Desa Kebonagung RT 3 RW 1 Sumowono, Kabupaten Semarang itu mengaku senang dengan adanya sekolah kemitraan yang digulirkan oleh Gubernur Jateng.

Lulusan SMP Negeri 2 Sumowono itu mengaku mengalami kendala bila ikut seleksi sekolah negeri, sebab jarak tempuh rumahnya ke sekolah lebih dari 18 kilometer yang membutuhkan biaya transportasi tiap harinya nanti.

"Ingin sekolah di SMA Negeri tapi adanya di Ambarawa dan itu jaraknya 18 kilometer. Saya senang bisa ikut program sekolah kemitraan dari Pak Luthfi. Dan tahun ini saya terdaftar di SMA Muhammadiyah Sumowono," katanya.

Dia menjelaskan jarak rumahnya dengan SMA Muhammadiyah Sumowono hanya sekitar lima kilometer sehingga selain gratis jaraknya juga tidak jauh.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
  • Diserbu Produk China Murah! Industri Plastik RI Nyaris Tumbang dari Hulu ke Hilir
    Artikel ini memberikan pencerahan yang sangat berimbang dan ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar

Mulai 6 September, CFD Kota Bogor Kembali Digelar

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Megapolitan
Mulai 6 September, CFD Kota...
Advertisement
Mengapa Erupsi Anak Krakatau Bisa Terdengar sampai Bandung? Ini Penjelasan Daryono

Mengapa Erupsi Anak Krakatau Bisa Terdengar sampai Bandung? Ini Penjelasan Daryono

05 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.