Uni Eropa Umumkan Strategi Penimbunan
📅 Kamis, 10 Jul 2025, 02:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/ISABEL INFANTES
STRASBOURG - Uni Eropa (UE) pada Rabu (9/7) mengumumkan rencana pertamanya untuk membantu menimbun pasokan barang-barang penting seperti makanan, air, bahan bakar, dan obat-obatan jika terjadi krisis, di tengah kekhawatiran potensi perang dengan Russia.
Strategi penimbunan pasokan dari Brussels ini muncul ketika NATO memperingatkan bahwa Russia, yang saat ini sedang berperang dengan negara tetangga Uni Eropa, Ukraina, dapat siap menyerang aliansi tersebut dalam waktu lima tahun.
Blok yang beranggotakan 27 negara ini telah meluncurkan dorongan kesiapan yang luas untuk memperkuat militernya dan mencoba memastikan bahwa mereka dapat mempertahankan diri pada tahun 2030.
"Tujuannya sangat sederhana yaitu memastikan bahwa pasokan penting yang menjaga masyarakat kita tetap berjalan, terutama yang menyelamatkan nyawa, selalu tersedia," kata Komisaris Manajemen Krisis Uni Eropa, Hadja Lahbib.
"Semakin kita bersiap, semakin sedikit kita panik," imbuh dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Uni Eropa menyatakan bahwa rencana penimbunan pasokan baru ini bertujuan untuk mengamankan keberlanjutan barang-barang penting selama serangkaian krisis seperti pemadaman listrik besar-besaran, bencana alam, konflik, atau pandemi.
"Kita membutuhkan strategi jangka panjang untuk memastikan pasokan penting yang menjaga masyarakat tetap berjalan selalu tersedia," ujar Lahbib.
Daftar Prioritas
Sebaiknya Anda baca juga:
Berdasarkan Strategi Penimbunan dan Penanggulangan Medis Uni Eropa, Uni Eropa akan menyusun daftar prioritas barang-barang yang akan ditimbun di Eropa, termasuk vaksin, diagnostik, dan alat pelindung diri.
Rencana ini melibatkan pembentukan jaringan antarnegara untuk mengkoordinasikan stok dengan lebih baik, mengidentifikasi kesenjangan, dan memperkuat stok setingkat Uni Eropa mengingat tingkat kesiapsiagaan krisis di antara warga negara Uni Eropa sangat bervariasi di setiap negara.
Negara-negara anggota seperti Finlandia, yang berada di bawah bayang-bayang Moskwa di perbatasan timur Uni Eropa, telah lama berupaya mempersiapkan masyarakat menghadapi potensi konflik.
"Tentu saja, jika Anda memiliki perbatasan sepanjang 1.000 kilometer dengan Russia, Anda akan merasa terancam oleh potensi perang," kata Lahbib.
"Namun, wajar jika di Spanyol, mereka merasa kebakaran hutan lebih mungkin terjadi. Tidak ada solusi yang sesuai untuk semua," imbuh dia.
Lahbib menegaskan bahwa apapun penyebab krisis, baik konflik maupun bencana alam, dampaknya terhadap warga, seperti pemadaman listrik, bisa serupa.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!