Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Upaya Pemprov Mengatasi Banjir Belum Terlihat

📅 Rabu, 09 Jul 2025, 01:10 WIB | Oleh:
Upaya Pemprov Mengatasi Banjir Belum Terlihat Doc: ANTARA/Ertadha Sulthan
Ket. Warga membersihkan lumpur sisa banjir di Pejaten, Jakarta, Senin (7/7). Warga bergotong royong membersihkan lumpur secara mandiri pascabanjir akibat luapan Sungai Ciliwung yang sempat mencapai ketinggian hingga 2,5 meter.

JAKARTA – Berbagai upaya mengatasi banjir Jakart belum terlihat. Sebelum ini ada berbagai tindakan untuk menekan banjir dari pengerukan sungai, normalisasi kali, hingga pembangunan banjir kanal (barat dan timur). Namun, hingga kini Jakarta tetap diterjang banjir setiap hujan deras berjam-jam, tambah lagi bila ada kiriman air dari hulu.

Setelah banjir sejak Sabtu, Minggu, dan Senin, pada hari Selasa (8/7) kemarin, makin meluas. Meurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta, banjir Jakarta kembali meluas. Setelah mencapai lebh dari 100 RT pada hari Minggu, Senin menyusut menjadi 35 RT. Namun, Selasa banjir kembali meluas menggenangi 46 RT di Jakarta Barat, Timur, Selatan, dan Utara.

Kepala Pelaksana BPBD Jakarta, Isnawa Adji, Selasa (8/7) menjelaskan, banjir di Jakarta Barat, Timur, dan Selatan karena hujan intensitas tinggi yang terjadi pada hari Senin (7/7) sore hingga malam. Kemudian, meluapnya sejumlah sungai yang melintasi kawasan tersebut.

Sedangkan untuk Jakarta Utara, banjir disebabkan hujan intensitas tinggi dan banjir rob di kawasan pesisir. “Banjir dari 30 sentimeter hingga 1,3 meter,” tutur Isnawa.

Sedangkan khusus untuk kawasanKebon Pala, Jakarta Timur, banjir masih merendam empat RT di Kebon Pala II, Kampung Melayu, Jatinegara yang sempat surut pada hari Senin (7/7) sore. Di sini air masih 60 sentimeter. Penyebab banjir ataupun genangan karena curah hujan tinggi dan luapan Kali Ciliwung.

Warga Kebon Pala sudah terbiasa evakuasi mandiri setiap air naik. Salah satu warga Kebon Pala, Opik mengaku khawatir volume air semakin tinggi jika nantinya turun hujan lagi. Beberapa warga juga sudah memindahkan kendaraan ke dataran yang lebih tinggi.

Di Puri Kembangan, Jakarta Barat, polisi merekayasa lalu lintas di area lampu merah Puri Kembangan karena banjir tak juga surut. Polisi membuat lawan arus guna mengurangi kepadatan lalin. Banjir kali ini lebih tinggi dibandingkan banjir Senin (7/7) karena imbas air kiriman dari arah Ciledug, Karang Tengah. Genangan air rata-rata mencapai 50-60 sentimeter. Selasa siang hingga sore, kemacetan mengular dari depan Kantor Wali Kota Jakbar sampai lampu merah Puri Kembangan.

Selain itu, kemacetan juga terjadi arah Cengkareng menuju lampu merah Puri Kembangan. Sejumlah kendaraan roda dua pun tak luput dari mogok akibat mesin kemasukan air.

Sedangkan di kawasan Jati Padang, Pasar Minggu, Jaksel, “tanggul Baswedan” jebol mengakibatkan banjir. Warga setempat menilai banjir kali ini mirip tahun 2004 di mana surutnya hampir sebulan. Ketua RT 03/RW 06, Jati Padang, Burhan mengatakan banjir adalah kiriman dari Depok. Komandan Pleton BPBD Jakarta Selatan, Muhammad Nur, menyatakan, air masih setinggi 40 sentimeter, sebelumnya mencapai 90 sentimeter.

Kebutuhan Dasar

Sementara itu,  Pemprov Jakarta memastikan kebutuhan dasar seperti air bersih dan logistik tersalurkan dengan baikuntuk semua warga yang menjadi korban banjir.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) DKI Jakarta, Iqbal Akbarudin di Jakarta, Selasa mengatakan upaya untuk memastikan hal ini antara lain dengan monitoring secara berkala kebutuhan warga serta koordinasi dengan pihak terkait seperti RT/RW, lurah camat, taruna siaga bencana (Tagana), dan petugas sosial kesiapsiagaan bencana (PSKB).

“Kami memastikan kebutuhan dasar seperti makanan siap saji, air bersih, serta logistik lainnya dapat tersedia dan tersalurkan dengan baik. Dinas Sosial DKI Jakarta terus berkoordinasi dengan jajaran wilayah untuk memastikan layanan terhadap warga terdampak berjalan maksimal,” kata dia.

Adapun bantuan disalurkan mencakup makanan siap saji dan kebutuhan logistik natural seperti selimut, matras, pakaian, hingga perlengkapan bayi. Bantuan tersebut diberikan Dinas Sosial Provinsi Jakarta dan suku-suku dinas sosial tingkat kota.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

29 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

34 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.