Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Trump Ancam akan Berlakukan Tarif 200 Persen untuk Obat-obatan

📅 Rabu, 09 Jul 2025, 18:00 WIB | Oleh:
Trump Ancam akan Berlakukan Tarif 200 Persen untuk Obat-obatan Doc: X/President Donald J Trump
Ket. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump

WASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengancam memberlakukan tarif hingga 200 persen terhadap obat-obatan yang diimpor ke negaranya. Pernyataan tersebut disampaikan pada rapat kabinet, Selasa (8/7), seperti dilansir dari CNBC.

Saat itu Trump mengatakan tarif tinggi tersebut akan diberlakukan dalam waktu dekat. Meski begitu, dia menegaskan kebijakan itu tidak akan langsung berlaku.

Trump berencana memberi waktu satu hingga satu setengah tahun kepada produsen untuk memindahkan produksinya ke dalam negeri.

"Kami akan beri mereka waktu untuk membereskan semuanya," ucap dia.

Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, mengatakan rincian tarif akan diumumkan pada akhir bulan ini. Menurut dia, studi mengenai dampak impor obat dan semikonduktor sedang dalam tahap akhir.

"Untuk obat-obatan dan semikonduktor, studi terkait sedang diselesaikan pada akhir Juli," ujar dia.

Menurut Lutnick, Trump akan menetapkan kebijakan setelah studi itu selesai dan dia akan membiarkan presiden memutuskan sendiri implementasinya.

Meski begitu, belum ada jaminan bahwa tarif akan benar-benar diberlakukan sesuai ancaman. Seperti kebijakan tarif sebelumnya, Trump kerap mengubah arah kebijakannya sendiri jika menghadapi resistensi.

Ini merupakan pernyataan paling tegas Presiden AS itu terkait tarif khusus sektor farmasi sejak April 2025. Saat itu, pemerintah memulai penyelidikan berdasarkan Pasal 232 yang memungkinkan evaluasi impor terhadap keamanan nasional.

Jika diterapkan, tarif ini akan menjadi pukulan besar bagi industri farmasi. Selama ini, pemerintah telah diperingatkan bahwa kebijakan tersebut bisa menaikkan biaya produksi dan menghambat investasi di AS.

Tarif tersebut juga dikhawatirkan akan mengganggu rantai pasok obat yang pada akhirnya bisa membahayakan pasien. Industri farmasi juga masih menghadapi tekanan dari kebijakan harga obat versi Trump.

Menurut produsen, kebijakan tarif tersebut mengancam keuntungan serta kemampuan untuk berinvestasi dalam riset dan pengembangan. Sementara itu, Trump menyatakan bahwa tarif akan menjadi insentif bagi perusahaan untuk membawa kembali memproduksi obat di AS. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daya Beli dan Ketahanan Ekonomi Jakarta Terjaga

33 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Daya Beli dan Ketahanan Eko...
Daerah
Kejati Sumbar Bantah Telah ...
Nasional
Polda Metro Jaya Minta Imig...

Andoni Iraola Bertekad Bangun Liverpool

41 menit yang lalu | Sriyono

Olahraga
Andoni Iraola Bertekad Bang...
Megapolitan
Hari Pertama Sekolah Tergan...
Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

13 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.