Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

PPIH Minta Jamaah Haji Aktif Cek Kesehatan Setibanya di Indonesia

📅 Rabu, 09 Jul 2025, 17:52 WIB | Oleh:
PPIH Minta Jamaah Haji Aktif Cek Kesehatan Setibanya di Indonesia Doc: ANTARA/Muhammad Zulfikar
Ket. Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Padang, Sumatera Barat (Sumbar) Edison saat diwawancarai di Kota Padang, Rabu (9/7).

PADANG - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Padang, Sumatera Barat (Sumbar) meminta jamaah haji asal daerah itu untuk aktif mengecek kesehatan setibanya di tanah air terutama dalam kurun waktu 21 hari setelah kedatangan.

"Selama 21 hari sejak kedatangan jamaah haji di debarkasi, itu dalam pantauan PPIH terutama aspek kesehatannya," kata Ketua PPIH Debarkasi Padang, Edison di Kota Padang, Rabu (9/7).

Hal tersebut disampaikan Ketua PPIH Debarkasi Padang di sela-sela kedatangan jamaah haji kelompok terbang (kloter) 15 asal Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Agam, Kota Bukittinggi, Kota Padang, Kabupaten Pesisir Selatan, Kota Payakumbuh, Kabupaten Pasaman, Kota Padang Panjang, Kabupaten Solok, Solok, Kabupaten Limapuluh Kota, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Sijunjung, Dharmasraya, Kota Pariaman dan Kota Sawahlunto.

Edison mengatakan apabila jamaah haji mengeluhkan atau mendapati adanya tanda-tanda gangguan kesehatan, maka diminta untuk sesegera mungkin melakukan pemeriksaan kesehatan ke puskesmas atau rumah sakit terdekat.

Langkah ini ditujukan untuk memastikan setiap jamaah yang tiba di Tanah Air tidak tertular atau terjangkit penyakit seperti COVID-19 dan MERS-CoV usai menjalankan rangkaian ibadah haji di tanah suci.

Edison yang juga Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumbar membenarkan dalam pemantauan 21 hari kesehatan tersebut, terdapat jamaah haji yang meninggal dunia. Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan, umumnya jamaah yang meninggal tercatat memiliki riwayat penyakit bawaan.

Ia mengatakan serangkaian aktivitas ibadah haji yang membutuhkan tenaga ekstra serta kondisi cuaca yang panas selama di tanah suci, turut mempengaruhi penurunan kesehatan jamaah termasuk ketika tiba di Indonesia. Oleh karena itu, PPIH terus melakukan koordinasi dengan Balai Karantina Kesehatan dan Dinas Kesehatan setempat untuk mengontrol kesehatan jamaah.

"Dalam pemantauan kami ada jamaah yang dalam 21 hari setelah tiba di Tanah Air meninggal dunia, terakhir itu dari Kabupaten Pasaman," sebut dia. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Jepang akan Menaikan Biaya Visa Lima Kali Lipat Mulai 1 Juli

28 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Jepang akan Menaikan Biaya ...
Rona
Batasan Mengonsumsi Kafein ...
Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.