Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kampus Tak Cukup Cetak Sarjana, Kini Dituntut Lahirkan Wirausaha Berbasis Riset!

📅 Rabu, 09 Jul 2025, 17:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kampus Tak Cukup Cetak Sarjana, Kini Dituntut Lahirkan Wirausaha Berbasis Riset! Doc: ANTARA/Fathnur Rohman
Ket. Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza (kanan) saat meninjau pameran produk dalam kegiatan Entrepreneur Hub di UGJ Cirebon, Jawa Barat, Rabu (9/7/2025).

CIREBON – Wirausaha berbasis riset menggunakan hasil penelitian dan pengembangan (R&D) sebagai dasar untuk menciptakan produk dan layanan baru yang inovatif.

Riset membantu wirausaha untuk memahami tren pasar, kebutuhan pelanggan, dan perkembangan teknologi, sehingga mereka dapat beradaptasi dengan cepat dan tetap relevan.

Produk dan layanan yang dihasilkan dari riset seringkali memiliki keunggulan kompetitif karena didasarkan pada pengetahuan ilmiah dan teknologi yang canggih, serta solusi atas masalah yang belum terpecahkan.

Wakil Menteri (Wamen) Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Helvi Yuni Moraza mengajak perguruan tinggi di Cirebon, Jawa Barat, berperan aktif melahirkan wirausaha baru yang berdaya saing serta berbasis riset.

"Perguruan tinggi menjadi mitra strategis kami dalam melahirkan wirausaha baru, khususnya untuk mendukung UMKM naik kelas atau growth and sustain," kata Helvi usai kegiatan Entrepreneur Hub 2025 di Universitas Gunung Jati (UGJ) Cirebon, Jabar, Rabu (9/7).

Menurut dia, percepatan pengembangan UMKM tidak bisa dilakukan secara sektoral, melainkan harus melibatkan perguruan tinggi sebagai pusat ilmu pengetahuan dan inovasi.

Oleh karena itu, kata Helvi, Kementerian UMKM sudah menggulirkan program Entrepreneur Hub di Cirebon yang berfokus pada penciptaan wirausaha baru melalui kolaborasi dengan dunia pendidikan.

Ia menyebutkan peran perguruan tinggi diharapkan melahirkan hasil riset, yang dapat dikaji nilai keekonomiannya dan dimanfaatkan untuk peningkatan kesejahteraan sivitas akademika.

"Kami yakin percepatan hanya bisa dilakukan jika kampus terlibat aktif. UGJ Cirebon, misalnya, sudah memiliki infrastruktur seperti inkubator bisnis dan kurikulum kewirausahaan," ujarnya.

Ia menuturkan pengembangan UMKM harus dilakukan secara kolaboratif.

Oleh karena itu, kolaborasi antara kampus, perbankan, lembaga perizinan, dan pelaku pasar perlu diperkuat.

Ia optimistis perguruan tinggi di Cirebon mampu mencetak pelaku usaha yang tidak hanya lahir dari keterpaksaan, tetapi tumbuh karena visi, pengetahuan, dan kemampuan inovatif.

"UMKM tidak bisa bergerak sendiri. Harus ada kerja sama lintas sektor, dan kami terus mendorong agar kampus menjadi penggerak utama kolaborasi ini," tuturnya.

Sementara itu, Rektor UGJ Cirebon Achmad Faqih menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat terhadap program kewirausahaan di lingkungan kampus.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.