Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemenkum Sulteng Catatkan Burung Maleo sebagai Kekayaan Intelektual Komunal

📅 Selasa, 08 Jul 2025, 15:55 WIB | Oleh:
Kemenkum Sulteng Catatkan Burung Maleo sebagai  Kekayaan Intelektual Komunal Doc: istimewa
Ket. Burung Maleo

Banggai, Sulawesi Tengah -- Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum (Kemenkum) Sulawesi Tengah (Sulteng) mencatatkan burung Maleo, satwa endemik Sulawesi di Kabupaten Banggai sebagai kekayaan intelektual komunal (KIK).

Kepala Kanwil Kemenkum Sulteng Rakhmat Renaldy di Luwuk, Selasa, mengatakan bahwa pencatatan burung Maleo sebagai kekayaan intelektual komunal menjadi bukti hadirnya negara dalam menjaga dan melestarikan identitas daerah yang bersifat komunal dan tak ternilai harganya.

"Burung Maleo adalah identitas ekologis dan kultural Banggai. Perlindungan KIK memastikan bahwa kearifan lokal dan nilai-nilai budaya yang melekat padanya tetap terjaga untuk generasi mendatang," katanya.

Rakhmat menyerahkan langsung sertifikat KIK kepada Bupati Banggai Amirudin Tamoreka pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-65 Kabupaten Banggai.

Dia mengatakan pencatatan KIK bukan hanya soal pengakuan administratif, tetapi bagian dari strategi pelestarian berbasis hukum yang mencegah eksploitasi, penyalahgunaan, atau klaim oleh pihak luar terhadap kekayaan budaya dan hayati lokal.

Menurut dia, dengan status hukum sebagai kekayaan intelektual komunal, keberadaan burung Maleo kini dilindungi oleh negara dan tercatat secara resmi dalam database kekayaan intelektual Indonesia.

"Langkah ini diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk turut melindungi warisan budaya dan hayati mereka masing-masing, sebagai bagian dari pembangunan nasional yang berkelanjutan dan berakar pada kearifan lokal," ujarnya.

Bupati Banggai Amirudin Tamoreka menyambut baik penetapan burung Maleo sebagai KIK dan menyampaikan terima kasih kepada Kanwil Kemenkum Sulteng atas pendampingan yang telah diberikan.

Burung Maleo (macrocephalon maleo) merupakan satwa endemik Sulawesi yang memiliki nilai ekologis, spiritual, dan budaya yang tinggi.

Ia mengatakan bagi masyarakat Banggai, burung ini bukan hanya satwa langka, tetapi juga simbol keseimbangan alam, kearifan lokal, dan keharmonisan antara manusia dan lingkungan.

Oleh karena itu, Amirudin menilai langkah ini menjadi tonggak penting dalam upaya pelestarian lingkungan hidup sekaligus penguatan identitas budaya Banggai.

"Kami berkomitmen untuk terus mengedukasi masyarakat, menjaga habitat burung Maleo, serta menjadikannya bagian dari promosi pariwisata berbasis konservasi," ujarnya.

Ia mengatakan perlindungan ini tidak hanya menjaga alam, tetapi juga membuka peluang ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.