Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jalankan Program Rupiah Berdaulat 2025, BI dan TNI AL Distribusikan Uang Layak Edar ke Wilayah 3T di Pedalaman Papua

📅 Selasa, 08 Jul 2025, 14:58 WIB | Oleh:
Jalankan Program Rupiah Berdaulat 2025, BI dan TNI AL Distribusikan Uang Layak Edar ke Wilayah 3T di Pedalaman Papua Doc: antara foto
Ket. Distribusikan uang di wilayah 3 T di Papua.

SORONG - Bank Indonesia (BI) menggandeng TNI Angkatan Laut dalam program ekspedisi rupiah berdaulat untuk mendistribusikan Rp10,4 miliar sebagai layanan kas keliling dan edukasi kepada masyarakat di wilayah Terdepan, Terluar dan Terpencil (3T) di Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Papua Barat Setian di Sorong, Selasa (8/7), menjelaskan ini merupakan bagian dari komitmen Bank Indonesia dalam menyediakan uang rupiah yang layak edar di seluruh penjuru tanah air serta memperkuat semangat kebangsaan melalui pemahaman tentang rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.

“Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2025 berlangsung pada 8–15 Juli 2025, menggunakan KRI Tatihu–853,” jelasnya.

Tim yang diberangkatkan berasal dari berbagai kantor perwakilan Bank Indonesia, termasuk dari Papua, Jawa Barat, Gorontalo, Purwokerto dan Malang.

Enam lokasi yang disasar pada ekspedisi kali ini yaitu Kaimana, Pulau Namatota, Pulau Arguni, Pulau Yellu, Pulau Paam dan Pulau Mansuar, untuk memberikan layanan penukaran uang serta edukasi mengenai cinta, bangga dan paham rupiah kepada masyarakat.

Setian menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya misi pelayanan kas, namun juga menjadi wujud nyata sinergi dan dedikasi Bank Indonesia dan TNI AL dalam menjaga kedaulatan NKRI dari sisi ekonomi.

"Masyarakat di pulau-pulau 3T akan mendapatkan akses terhadap uang pecahan layak edar, sekaligus diajak untuk mengenali ciri keaslian rupiah dan pentingnya menjaga fisik uang rupiah agar tetap dalam kondisi baik," ujarnya.

Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, dalam sambutannya mengapresiasi sinergi yang dilakukan oleh Bank Indonesia dan TNI AL.

Menurut dia, dengan lebih dari 3.000 pulau di wilayah Papua Barat Daya, penyediaan uang rupiah tidak hanya menjadi isu logistik, namun juga merupakan bagian dari menjaga kedaulatan dan mendorong kesejahteraan masyarakat melalui kelancaran transaksi ekonomi.

"Pentingnya edukasi kepada masyarakat tentang cara merawat uang dan kewajiban menggunakan rupiah dalam setiap transaksi, seraya menghimbau agar seluruh pihak turut mendukung keberlangsungan kegiatan ini," ucapnya.

Kepala Staf Koarmada III Laksamana Pertama TNI Singgih Sugiarto menegaskan pentingnya sinergi antara TNI AL dan Bank Indonesia dalam menjaga kedaulatan NKRI dari sisi pertahanan dan ekonomi.

"Dengan kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau, sinergi ini menjadi krusial dalam memastikan kehadiran rupiah sebagai alat pembayaran sah dan simbol kedaulatan negara di seluruh pelosok negeri," katanya.

Ia menyebutkan TNI AL yang memiliki kekuatan armada laut menjadi mitra strategis BI dalam menjangkau wilayah 3T.

Ia juga menambahkan bahwa KRI Tatihu–853 yang digunakan dalam ekspedisi ini merupakan salah satu ujung tombak TNI AL dalam menjaga kedaulatan perairan nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
Megapolitan
Polres Metro Bekasi Kota Be...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.