Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gubernur Banten Tegaskan di Sekolah Swasta Gratis Tak Boleh Ada Iuran

📅 Selasa, 08 Jul 2025, 17:54 WIB | Oleh:
Gubernur Banten Tegaskan di Sekolah Swasta Gratis Tak Boleh Ada Iuran Doc: ANTARA/Devi Nindy
Ket. Gubernur Banten Andra Soni ditemui di Kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang, Selasa (8/7).

KABUPATEN SERANG - Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa sekolah swasta yang bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Banten dalam program sekolah gratis tidak diperbolehkan memungut iuran dari siswa.

Program ini khusus diperuntukkan bagi siswa baru kelas 10 pada jenjang SMA, SMK, dan SLB swasta yang telah mengajukan kuota dan disetujui oleh pemerintah daerah.

“Prinsipnya, sekolah gratis ini dilakukan dengan sekolah-sekolah yang bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Banten. Sudah ada MoU-nya, atau integritasnya, bahwa tidak ada pungutan lagi,” ujar Andra di Kabupaten Serang, Selasa (8/7).

Ia meminta masyarakat segera melapor jika masih ditemukan pungutan di sekolah mitra program gratis tersebut. “Bilamana itu ada kejadian, mohon disampaikan, diadukan kepada kita, dan kita akan tindak lanjuti,” ujar dia menegaskan.

Andra menekankan bahwa pembebasan iuran mencakup seluruh komponen seperti uang gedung dan lainnya. Namun, program ini baru berlaku untuk peserta didik kelas 10. “Seluruh iuran, mulai dari ruang, gedung, dan lain-lain. Dan ini hanya berlaku untuk kelas 10 dulu,” ujar dia.

Gubernur juga mengungkapkan, sebagian sekolah swasta telah memenuhi kuota siswa yang diajukan dan tidak diperbolehkan menambah rombongan belajar secara sepihak. Hal ini dilakukan untuk menjaga akurasi perencanaan dan anggaran pendidikan.

“Tidak bisa serta-merta mereka menambah rombel (rombongan belajar). Ini harus sudah sesuai dengan perencanaan,” kata dia.

Andra mengakui bahwa persoalan penerimaan siswa baru SPMB merupakan masalah yang sudah berlangsung lama. Oleh karena itu, Pemprov Banten mendorong kebijakan jangka panjang untuk memberikan solusi lebih berkeadilan.

“Sampai kapanpun kalau kita tidak memberikan solusi terhadap penerimaan siswa baru, maka kejadiannya akan berulang. Itu terjadi sejak saya masih SMA,” ujar dia.

Ia menegaskan bahwa seleksi penerimaan siswa tetap mengacu pada SPMB yang menjadi regulasi teknis utama. Sekolah swasta yang tergabung dalam program pun wajib mengikuti sistem tersebut.

“SPMB inilah yang kita jadikan acuan teknis. Sekolah swasta itu sudah mengajukan kuota kepada pemerintah provinsi,” kata dia. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

31 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...

Rano karno Buka Jakarta Financial Festival Blok M Square

47 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

1 jam lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.