Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ancaman Tambahan Tarif oleh Trump Buat Investor Dag Dig Dug, Intip Proyeksi Rupiah

📅 Selasa, 08 Jul 2025, 09:30 WIB | Oleh:
Ancaman Tambahan Tarif oleh Trump Buat Investor Dag Dig Dug, Intip Proyeksi Rupiah Doc: istimewa

JAKARTA – Rupiah diperkirakan masih tertekan dalam perdagangan hari kedua pekan ini. Investor masih dibu­at cemas dengan rencana penerapan tarif resiprokal tam­bahan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sebesar 10 persen kepada negara anggota BRICS, termasuk Indonesia. 

Kebijakan tarif AS tersebut dikhawatirkan dapat mem­perlambat pertumbuhan ekonomi global, memicu infla­si, dan menciptakan ketidakpastian bagi bisnis. Indonesia juga akan merasakan dampak penurunan ekspor ke AS ka­rena tarif yang diterapkan pada berbagai produk ekspor In­donesia seperti tekstil, alas kaki, karet, dan furnitur.

Ekonom Bank Permata, Josua Pardede melihat sentimen tersebut masih berlanjut hari ini, meskipun dampaknya bersifat terbatas. Josua memproyeksikan kurs rupiah terha­dap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Selasa (8/7), bergerak melemah terbatas di kisaran 16.200-16.300 rupiah per dollar AS.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah pada penutupan perda­gangan di Jakarta, Senin (7/7), melemah sebesar 55 poin atau 0,34 persen dari akhir pekan lalu menjadi 16.240 ru­piah per dollar AS.

Analis mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi menyatakan pelemahan nilai tukar (kurs) rupiah dipengaruhi rencana Presiden Trump menerapkan kebijakan tarif ke sejumlah negara. Dia mene­rangkan pemerintah AS telah mengirim surat ke berbagai negara terkait kelanjutan persoalan tarif pada 9 Juli pasca ditunda sejak April.

“Ia mengumumkan bahwa beberapa tarif yang dikena­kan akan berada dalam kisaran 10 persen hingga 70 persen dan akan berlaku pada tanggal 1 Agustus. Ia menambahkan bahwa negara-negara yang berpihak pada blok BRICS akan menghadapi tarif tambahan 10 persen atas praktik mereka yang diduga anti-Amerika,” ujarnya dalam keterangan ter­tulis di Jakarta, Senin.

Pada 1 Agustus, tarif baru AS disebut akan mulai berlaku kembali selagi pemerintahan Paman Sam melakukan per­janjian perdagangan dengan beberapa negara. Sebelum­nya pada April, Trump sudah memberlakukan tarif dasar sebesar 10 persen pada sebagian besar negara, dengan bea tambahan mencapai hingga 50 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
  • Kemenperin Catat Sektor Industri Mainan Indonesia Serap 15.663 Naker
    Pencapaian surplus ekspor industri mainan nasional yang tembus ...

Liverpool Memburu Mbappe Seharga Rp5,1 Triliun

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Liverpool Memburu Mbappe Se...
Advertisement
Apakah Termasuk Pemain Tambahan yang Akan Direktrut untuk Piala Asia 2027? Taisei Marukawa Selangkah Lagi Jadi WNI

Apakah Termasuk Pemain Tambahan yang Akan Direktrut untuk Piala Asia 2027? Taisei Marukawa Selangkah Lagi Jadi WNI

08 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.