Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ekonom Wanti-Wanti: Jangan Sampai Kopdes Jadi Beban Baru Negara!

25 Senin, 07 Jul 2025, 19:58 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ekonom Wanti-Wanti: Jangan Sampai Kopdes Jadi Beban Baru Negara! Ekonom Wanti-Wanti: Jangan Sampai Kopdes Jadi Beban Baru Negara! Doc: ANTARA FOTO/Mega Tokan
Ket. Penjual merapikan beras yang dijual di Koperasi Desa Merah Putih Desa Penfui Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, Jumat (4/7/2025).

JAKARTA – Pencegahan potensi munculnya kredit bermasalah pada koperasi sangat penting karena kredit bermasalah dapat berdampak negatif pada stabilitas keuangan koperasi dan anggota.

Jika kredit macet terjadi, koperasi dapat mengalami kerugian finansial, penurunan keuntungan, dan bahkan kesulitan operasional.

Selain itu, anggota koperasi yang gagal membayar pinjaman juga dapat mengalami kesulitan ekonomi

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede mengingatkan pentingnya mitigasi risiko dalam pendanaan Koperasi Desa/ Kelurahan Merah Putih yang dilakukan secara komprehensif sejak awal untuk mencegah potensi munculnya kredit bermasalah (non-performing loan/ NPL) di kemudian hari.

“Pertama, Himbara harus melakukan due diligence yang ketat terhadap calon penerima dana Kopdes, termasuk mengevaluasi kelayakan usaha, manajemen, kapasitas pengelola koperasi, hingga potensi pasar,” kata Josua saat dihubungi di Jakarta, Senin (7/7).

Selanjutnya, langkah kedua, Josua juga mengingatkan pentingnya untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana, melalui pelatihan pengelolaan keuangan koperasi, pengawasan intensif, serta mekanisme pelaporan keuangan berkala.

Langkah mitigasi ketiga adalah pengembangan skema pendanaan yang lebih fleksibel namun tetap prudent, seperti mengkombinasikan pembiayaan dengan skema jaminan kredit dari lembaganya seperti Jamkrindo atau Askrindo.

“Dengan adanya skema penjaminan ini, risiko kredit yang mungkin timbul dapat terdistribusi secara lebih baik,” ujar Josua.

Keempat, pendekatan kolaboratif antara Himbara (Himpunan Bank Milik Negara), pemerintah daerah, dan kementerian terkait, seperti Kementerian Koperasi (Kemenkop), sangat penting dalam memberikan pendampingan, monitoring, serta intervensi dini jika terdapat indikasi masalah.

Terakhir, penerapan sistem informasi manajemen berbasis digital akan membantu pemantauan secara real-time terhadap kondisi keuangan koperasi desa.

Hal ini, jelas Josua, tidak hanya akan memperkuat tata kelola internal Kopdes, tetapi juga memungkinkan lembaga pendanaan untuk lebih cepat dalam mengambil langkah antisipasi jika terjadi penyimpangan atau kendala dalam pengembalian kredit.

“Dengan langkah-langkah tersebut, program pendanaan Kopdes diharapkan tidak hanya efektif dalam mendorong pembangunan ekonomi lokal, tetapi juga aman dari risiko kredit bermasalah yang signifikan di masa depan,” kata dia.

Josua memandang, Kopdes Merah Putih yang akan didanai oleh lembaga keuangan, termasuk Himbara, merupakan langkah strategis dalam mendorong inklusi keuangan serta mendukung pertumbuhan ekonomi di tingkat desa.

“Kami melihat hal ini sebagai upaya positif pemerintah untuk memperkuat kapasitas keuangan koperasi desa sehingga mampu memainkan peran lebih besar dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal,” ujar dia.

Ia menambahkan, dukungan pendanaan dari Himbara dinilai penting karena bank-bank BUMN memiliki pengalaman dan kemampuan dalam menilai risiko kredit serta mengelola pembiayaan produktif secara efektif. Meski bank BUMN mempunyai pengalaman, pendanaan Kopdes tetap memerlukan mitigasi risiko yang komprehensif sejak awal.

Saat dihubungi terpisah, Kepala Riset LPPI Trioksa Siahaan mengatakan pihaknya berharap Kopdes Merah Putih dapat menumbuhkan ekonomi dari daerah dan sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat desa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Badai Austen Picu Blackout ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

25 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.