Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Banjir Mataram: BMKG Jelaskan Penyebab dan Imbauan untuk Warga

📅 Senin, 07 Jul 2025, 07:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Banjir Mataram: BMKG Jelaskan Penyebab dan Imbauan untuk Warga Doc: Antara Foto
Ket. Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal (tengah) meninjau pemukiman terdampak banjir di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat,

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan ada empat faktor pemicu hujan intensitas sedang hingga lebat yang menyebabkan banjir di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Kepala Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) Lombok, Satria Topan Primadi mengatakan fenomena hujan terjadi akibat aktifnya gelombang atmosfer frekuensi rendah dan kelembaban udara cenderung basah dari lapisan 850 milibar (mb) hingga 700 mb dengan nilai 70-90 persen.

"Faktor lainnya akibat labilitas atmosfer kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal dan nilai reflektifitas lebih dari 30 dBZ (desibel reflektifitas) di wilayah Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat," kata Satria dalam pernyataan di Mataram, Senin.

Ketika gelombang atmosfer aktif, maka hal itu berkaitan dengan potensi peningkatan pembentukan awan hujan di suatu wilayah. Di sisi lain, kelembaban udara hingga kondisi ketidakstabilan atmosfer turut mempercepat pembentukan awan yang bisa menyebabkan cuaca buruk.  

Satria menuturkan sebagian wilayah di Nusa Tenggara Barat masih berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang yang dapat disertai angin kencang pada 7 Juli sampai 9 Juli 2025 mendatang.  

Pada 7 Juli, daerah yang berpotensi diguyur hujan adalah Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Utara, Sumbawa Barat, Dompu, dan Bima.

Pada 8 Juli, hujan diprakirakan turun di Lombok Timur, Lombok Tengah, Sumbawa, dan Kabupaten Bima.

Pada 9 Juli, daerah yang diprediksi mengalami hujan terletak di Lombok Timur, Lombok Tengah, Sumbawa Barat, Sumbawa, dan Dompu.

Selain hujan, gelombang laut tinggi juga berpotensi terjadi di wilayah perairan Nusa Tenggara Barat dengan ketinggian berkisar antara 1,25 meter sampai 4 meter. Kawasan perairan yang mengalami gelombang tinggi terletak di Selat Lombok bagian selatan yang berhadapan langsung dengan laut.

"Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di wilayah rawan bencana dihimbau agar terus waspada dan siaga, terutama saat terjadi hujan lebat, untuk mengantisipasi dampak yang dapat terjadi, seperti banjir, banjir bandang, banjir rob, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, sambaran petir, dan pohon tumbang," pungkas Satria.

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhammad Iqbal memerintahkan organisasi perangkat daerah untuk segera mendistribusikan selimut, makanan, dan perlengkapan lainnya yang diperlukan oleh para korban banjir.

Data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah menyebut banjir yang merendam Mataram terjadi di Lingkungan Sweta Timur, Kelurahan Mayura belakang Transmart, BTN River Side depan Vihara Avalokotesvara, Lingkungan Gedur, Kelurahan Abian Tubuh, BTN Sweta.

Selain Kelurahan Mandalika, Bertais, Lingkungan Pengempel Indah, Bertais, Lingkungan Kebon Duren, Kelurahan Sayang Sayang, Sekarbela, dan Kekalik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Warga Russia Menjerit! Pemb...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.