Perbaiki Tata Kelola Transportasi

Jumat, 04 Jul 2025, 03:06 WIB

JAKARTA - Pemangku kepentingan (stakeholders) terkait transportasi didesak untuk memperbaiki tata kelola transportasi usai tenggelamnya Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Tunu Pratama Jaya di Selat Bali pada Rabu (2/7) malam. Kecelakaan tersebut diduga dipicu akibat cuaca buruk.

“Kami berharap kepada seluruh stakeholders terkait transportasi untuk bisa tetap memperbaiki tata kelola transportasi yang ada,” kata Ketua DPR RI Puan Maharani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/7).

Ket. Foto: Ilustrasi Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Tunu Pratama Jaya. — Sumber: Antara

Hal tersebut, menurut dia, perlu dilakukan dalam rangka memastikan aspek keselamatan seluruh awak maupun penumpang kapal agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi ke depannya. “Jangan sampai terjadi lagi musibah seperti ini,” ucapnya.

Dia juga memandang aspek mitigasi dan antisipasi kecelakaan kapal perlu terus dilakukan, meski tak dapat dipungkiri terdapat situasi ataupun cuaca yang dapat menjadi faktor penyebab kecelakaan lainnya.

KMP Tunu Pratama Jaya diketahui berlayar dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali, Rabu (2/7) sekira pukul 23.30 WIB. Berdasarkan laporan petugas di lapangan, kapal tenggelam pada pukul 23.35 WIB di koordinat 8° 9’32.35”S 114°25’6.38”E.

Berdasarkan data sementara, kapal diketahui mengangkut 53 orang penumpang, 12 orang awak kapal, serta 22 unit kendaraan dari berbagai golongan.

Sejak dini hari, operasi pencarian telah dilakukan oleh tim gabungan dari unsur Basarnas, TNI/Polri, Syahbandar, KPLP, ASDP, serta unsur lain di bawah koordinasi Kantor Pencarian dan Pertolongan.

Data Posko Operasi SAR dan Potensi SAR Gabungan di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi hingga pukul 17.00 WIB menyebutkan, korban yang ditemukan selamat sebanyak 30 orang, korban meninggal enam orang, sedangkan 29 orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR gabungan.

Gelombang Tinggi

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menginstruksikan jajaran ­Kementerian Perhubungan dan pemangku kepentingan terkait untuk mempercepat proses pencarian dan pertolongan kecelakaan pada insiden kecelakaan Kapal KMP Tunu Pratama Jaya.

“Saya turut prihatin atas kejadian ini. Saat ini operasi pencarian dan pertolongan masih berlangsung. Saya instruksikan proses tersebut dipercepat, dengan mengedepankan koordinasi dan keselamatan,” kata Menhub Dudy di Jakarta, Kamis.

Proses evakuasi menghadapi tantangan berupa kondisi gelombang laut yang tinggi (2 – 2,5 meter), angin kencang, serta arus kuat di lokasi kejadian.

Terpisah, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan untuk mengutamakan penyelamatan korban insiden tenggelamnya kapal penumpang KMP Tunu Pratama Jaya.

“Bapak Presiden mendapat laporan dan informasi dari Tanah Air bahwa telah terjadi kecelakaan tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali karena cuaca buruk, Kapal tersebut berangkat dari Pelabuhan Ketapang pada Rabu malam,” ujar Teddy dalam keterangannya dari Makkah, Kamis.

Seskab Teddy menjelaskan Presiden langsung memberikan instruksi kepada seluruh jajaran terkait untuk mengutamakan penyelamatan para korban. Ant/S-2

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.