Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pembentukan Tim Perumus Regulasi Pendidikan Gratis

📅 Jumat, 04 Jul 2025, 16:35 WIB | Oleh:
Pembentukan Tim Perumus Regulasi Pendidikan Gratis Doc: Antara
Ket. Anggota Pokja Papua Cerdas BP3OKP Perwakilan Provinsi Papua Barat Arius Mofu.

Manokwari - Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) Perwakilan Provinsi Papua Barat menginisiasi pembentukan tim perumus konsep pendidikan gratis.

Anggota Pokja Papua Cerdas BP3OKP Papua Barat Arius Mofu di Manokwari, Jumat, mengatakan tim tersebut melibatkan unsur dari pemerintah provinsi setempat dan tujuh kabupaten.

"Tim nantinya menyusun regulasi tentang komponen apa saja yang tidak dipungut biaya," kata Mofu.

Beberapa waktu lalu, kata dia, BP3OKP menggelar lokakarya menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan untuk membahas percepatan pelaksanaan pendidikan gratis di tujuh kabupaten.

Pembentukan tim perumusan konsep pendidikan gratis menjadi salah satu rekomendasi utama dari lokakarya yang nantinya diserahkan kepada Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan.

"Rekomendasi nantinya sebagai dasar penyusunan kebijakan pendidikan di masa mendatang," ujarnya.

Menurut dia, konsep pendidikan gratis yang tidak terakomodasi melalui produk hukum daerah dan petunjuk teknis pelaksana akan menimbulkan kekhawatiran dari masing-masing sekolah.

BP3OKP juga memastikan perumusan regulasi pendidikan gratis tetap memperhatikan mutu dan kualitas, supaya penyelenggaraannya tidak menimbulkan ketimpangan sosial.

"Banyak sekolah masih kebingungan akibat adanya surat edaran terkait pendidikan gratis," ucap Mofu.

Ia menyebut isu pendidikan yang juga menjadi topik lokakarya, yaitu peluncuran Kartu Papua Barat Cerdas, Papua Barat Sehat, dan Papua Barat Produktif tanpa diikuti aturan turunan.

Kemudian, program bantuan pendidikan yang bersumber dari dana otonomi khusus (otsus) dan Program Indonesia Pintar (PIP) untuk anak usia sekolah 6-21 tahun dari keluarga kurang mampu.

"Dalam rekomendasi lokakarya itu kami cantumkan soal penyelenggaraan program bantuan pendidikan yang belum merata," ujarnya.

Rektor Universitas Papua Hugo Warami menyebut kualitas pendidikan gratis harus menjadi prioritas, karena melahirkan sumber daya manusia Papua yang kreatif, inovatif, dan berdaya saing global.

Regulasi pendidikan gratis harus mencantumkan secara eksplisit item-item bebas biaya, jenjang pendidikan yang menerapkan konsep gratis, dukungan anggaran untuk sekolah dan lainnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

32 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

37 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.