Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Tangerang Terjunkan Petugas Sisir Sampah di Sungai-Saluran Air

📅 Jumat, 11 Jul 2025, 10:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkot Tangerang Terjunkan Petugas Sisir Sampah di Sungai-Saluran Air Doc: ANTARA
Ket. Petugas gabungan Pemerintah Kota Tangerang melakukan pengangkutan sampah yang jadi salah satu penyebab banjir di Tangerang.

TANGERANG – Pemerintah Kota Tangerang, Banten, menerjunkan petugas untuk melakukan penyisiran sampah di sungai dan saluran air sebagai upaya mengantisipasi banjir susulan, karena hujan lebat masih berpotensi melanda wilayah setempat.

"Sejak kemarin (Kamis, 10/7) petugas sudah diterjunkan membantu membersihkan rumah warga usai banjir dan kini dilanjutkan penyisiran sampah yang menghambat aliran air dan menyebabkan genangan hingga banjir," kata Wali Kota Tangerang, Sachrudin, Jumat (11/7).

Wali Kota mengatakan penumpukan sampah menjadi salah satu penyebab genangan di beberapa ruas jalan. Oleh karena itu, petugas gabungan difokuskan pada pembersihan semua saluran air, termasuk di gang pemukiman.

Sedangkan untuk penanganan di tanggul kali dan sungai, petugas sudah melakukan pemasangan kisdam darurat sekaligus melanjutkan proyek penanggulangan banjir lainnya.

"Namun, untuk normalisasi skala besar, kita sudah sampaikan kepada Pemerintah Pusat untuk segera dilakukan, karena kondisinya darurat bisa menyebabkan banjir lagi," katanya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang, Wawan Fauzi, mengaku telah menerjunkan armada pengangkut untuk menampung sampah hingga lumpur yang mengendap.

"Kita bagi tugas melakukan pengangkutan sampah dan juga membantu proses evakuasi sampah dari titik banjir. Kita ingin memastikan semua ditangani dengan cepat," katanya.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kota Tangerang mengimbau masyarakat untuk tidak menunda melakukan pemeriksaan kesehatan setelah banjir guna memastikan tidak terjangkit penyakit.

"Kita harus peduli dengan kesehatan pada diri sendiri. Segera datang ke puskesmas terdekat agar bisa dilakukan deteksi dini," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Dini Anggraeni.

Ia mengatakan penyakit setelah banjir yang berpotensi menyerang adalah diare, leptospirosis, infeksi saluran pernapasan atas (Ispa), penyakit kulit, dan demam berdarah.

"Banjir tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat. Kami ingin memastikan warga memahami risiko ini dan tahu bagaimana cara mencegahnya,” katanya.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang mengeluarkan imbauan waspada terhadap kemungkinan hujan berintensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah pada awal bulan Juli 2025.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar mengatakan meski saat ini tidak ada peringatan dini resmi terkait potensi curah hujan ekstrem atau kekeringan dari BMKG, pihaknya terus memantau perkembangan cuaca dan berkoordinasi dengan BMKG serta instansi terkait untuk mengambil langkah antisipatif.

"Meskipun belum ada peringatan dini dari BMKG, kami tetap menyiagakan personel dan peralatan untuk merespons potensi bencana hidrometeorologi,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.