Silverstone Dinilai Layak Jadi Tuan Rumah Tetap F1
📅 Kamis, 03 Jul 2025, 01:03 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: ist
LONDON - Sirkuit Silverstone, Inggris, berpeluang menjadi tuan rumah tetap Formula 1 tanpa batas waktu. Ini menurut CEO F1 Stefano Domenicali. Menjelang Grand Prix Inggris akhir pekan ini, pria asal Italia itu menegaskan bahwa tidak ada sirkuit lain di Inggris yang memiliki kapasitas dan karakteristik setara untuk menggelar ajang sekelas F1.
“Saya yakin Silverstone memiliki karakter yang tepat untuk tetap berada dalam kalender F1 selamanya. Saya tidak melihat ada tempat lain di Inggris yang mampu mengembangkan acara sebesar ini," ujar Domenicali, Rabu (2/7).
Silverstone merupakan saksi sejarah Grand Prix pertama dalam Kejuaraan Dunia Formula 1 pada tahun 1950. Saat ini, sirkuit tersebut memiliki kontrak hingga 2034. Pada tahun lalu mencatat rekor kehadiran tertinggi dalam kalender F1, yakni 480.000 penonton sepanjang akhir pekan.
Meski beberapa sirkuit seperti Miami dan Red Bull Ring di Austria telah mengamankan kontrak hingga 2041, Domenicali menyebut tidak ada alasan Silverstone tidak bisa menyusul. Tidak masalah bila pengelola belum secara resmi mengajukan perpanjangan.
Namun, dia juga menepis kemungkinan Inggris menjadi tuan rumah lebih dari satu seri balapan. "Tidak akan ada lebih dari satu balapan di Inggris," tegasnya. Domenicali dijadwalkan mengunjungi Downing Street pada hari Kamis (3/7) bersama sejumlah pembalap dan ketua tim untuk bertemu Perdana Menteri Keir Starmer.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pertemuan itu akan menjadi perayaan informal 75 tahun Grand Prix Formula 1 pertama yang digelar di Silverstone. Ini juga momen untuk menyuarakan sejumlah isu penting yang ingin disampaikan pihak F1 kepada pemerintah Inggris.
Salah satu fokus pembahasan adalah kontribusi besar industri F1 terhadap ekonomi Inggris. Menurut data internal, "ekosistem F1" menyumbang sekitar 12 miliar poundsterling (sekitar 252 triliun rupiah) per tahun bagi perekonomian Inggris.
F1 juga mempekerjakan sekitar 6.000 orang secara langsung dan mendukung 41.000 pekerjaan lainnya lewat 4.500 perusahaan dalam rantai pasok. Meski Inggris menjadi basis utama tujuh dari sepuluh tim F1, Domenicali memperingatkan adanya risiko penurunan dominasi akibat pembatasan pasca-Brexit, termasuk persoalan visa, hambatan logistik, serta beban administratif yang kian rumit.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Masalah visa dan dokumen yang rumit menghambat mobilitas staf dari satu balapan ke balapan lain di Eropa. Ini membuat penyusunan kalender jadi lebih sulit dan mahal,” ujar Domenicali.
Dia menambahkan, meskipun kecil kemungkinan tim-tim akan hengkang dari Inggris dalam waktu dekat, mungkin mulai merestrukturisasi operasional agar lebih efisien di tengah keterbatasan tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!