Politisi Veteran Ditunjuk Jadi Plt PM
📅 Kamis, 03 Jul 2025, 02:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/Lillian SUWANRUMPHA
BANGKOK - Penjabat Perdana Menteri Thailand akan memimpin negara hanya selama satu hari penuh pada Rabu (2/7), menggantikan Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra yang diskors, sebelum kabinet dirombak.
Menteri Perhubungan dan Wakil Perdana Menteri Suriya Jungrungreangkit, memulai tugasnya sebagai Plt PM dengan menghadiri upacara di Bangkok untuk merayakan berdirinya kantor perdana menteri.
Suriya sendiri akan memimpin Thailand secara singkat saat politik Thailand terhuyung-huyung akibat diskorsnya Paetongtarn.
Selama upacara singkat, Suriya menolak menanggapi pertanyaan yang menanyakan bagaimana perasaannya mengenai kepemimpinannya yang singkat, yang merupakan puncak dari karier politiknya selama puluhan tahun.
Ia mengatakan urusan yang paling mendesak baginya adalah menandatangani surat untuk memastikan kelancaran transisi kepada penggantinya pada Kamis (3/7).
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebelumnya pada Selasa (1/7), Mahkamah Konstitusi menskors Paetongtarn karena ia diduga telah melanggar etika selama perselisihan diplomatik dengan Kamboja dan skors itu berlaku sambil menunggu penyelidikan yang dapat berlangsung selama berbulan-bulan.
Paetongtarn, 38 tahun, adalah putri dari tokoh politik terkemuka Thaksin Shinawatra, yang keluarga dan partainya telah berselisih dengan kaum konservatif Thailand sejak awal tahun 2000-an.
Kekuasaannya segera diserahkan kepada Suriya, 70 tahun, seorang politisi veteran yang memiliki reputasi di media Thailand sebagai penunjuk arah angin politik karena selalu memihak pemerintah saat itu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Masa jabatan Suriya sebagai penjabat perdana menteri sendiri akan berakhir dengan terjadinya perombakan kabinet yang telah dijadwalkan sebelum keputusan Mahkamah Konstitusi untuk menskors Paetongtarn pada Selasa.
Jabatannya akan berakhir efektif setelah upacara pengambilan sumpah yang dijadwalkan Kamis dimana ia akan digantikan oleh menteri dalam negeri yang baru, Phumtham Wechayachai.
Partai berkuasa Pheu Thai Selasa malam mengatakan bahwa Phumtham akan mengambil alih setelah perombakan kabinet karena ia akan menerima gelar wakil perdana menteri yang lebih tinggi dalam urutan suksesi daripada Suriya.
Berkurangnya Pengaruh
Paetongtarn, yang baru menjadi perdana menteri pada Agustus lalu, telah menempatkan dirinya sendiri sebagai menteri kebudayaan dalam kabinet baru sebelum ia diberhentikan sementara, yang berarti ia akan tetap menduduki posisi puncak kekuasaan.
Dia, Suriya, dan Phumtham semuanya adalah anggota Pheu Thai, yang menempati posisi kedua dalam pemilu 2023 tetapi mengamankan kekuasaan dengan membentuk koalisi yang tidak stabil dengan mantan musuh-musuhnya di partai-partai promiliter.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!