Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kota Surabaya Terapkan Kebijakan Jam Malam bagi Anak Mulai Pukul 22.00 hingga 04.00 WIB, DPRD Beri Respon Seperti Ini

📅 Kamis, 03 Jul 2025, 20:25 WIB | Oleh:
Kota Surabaya Terapkan Kebijakan Jam Malam bagi Anak Mulai Pukul 22.00 hingga 04.00 WIB, DPRD Beri Respon Seperti Ini Doc: antara foto
Ket. Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya Arif Fathoni

SURABAYA - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memberlakukan jam malam anak mulai pukul 22.00-04.00 WIB. Lantas apa respon DPRD Kota Surabaya terkait kebijakan tersebut?

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya Arif Fathoni ternyata memberikan respon kalau kebijakan tersebut tidak hanya bersifat membatasi aktivitas malam hari tetapi harus menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian orang tua dan memperkuat pendidikan kedisiplinan bagi generasi muda.

“Kami berharap orang tua tidak membiarkan anaknya berada di luar rumah hingga larut malam. Harus lebih peduli. Sebelum pukul 10 malam anak-anak sudah dicari dan diajak pulang," kata Fathoni di Surabaya, Kamis (3/7).

Meski berlaku sweeping, kata dia, namun pendekatan humanis akan dikedepankan yakni jika kedapatan melanggar dalam pemberlakuan jam malam sanksinya akan difoto dan orang tua dipanggil.

Jika kembali melanggar, lanjut dia, kedapatan berkeliaran di atas pukul 22.00 WIB harus ditingkatkan sanksinya dengan mengambil tindakan tegas, namun mendidik.

Ia mengatakan, seperti selama ini berlaku di Surabaya pemberian sanksi sosial seperti membantu memberi makan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Liponsos.

“Namun jika yang bersangkutan kembali terjaring dalam operasi serupa, perlu ada pendekatan kedisiplinan dan pembinaan karakter bersama lembaga TNI,” katanya.

Pimpinan DPRD ini berharap setidaknya sepanjang tahun 2025 harus diterapkan dengan evaluasi tiap triwulan serta kerja sama dengan TNI bisa dijalin. Mengingat Surabaya memiliki markas militer seperti Koarmada II dan Kodam V/Brawijaya. Ada potensi besar untuk kerja sama dalam pembinaan karakter remaja. Harus saling menguatkan bersama Pemkot.

“Perlu pelatihan kedisiplinan. Keterlibatan TNI bisa mendorong pembentukan karakter positif agar anak-anak kita terhindar dari pergaulan yang salah," katanya.

Dia mendorong Pemkot Surabaya menjalin kerja sama dengan Koarmada dalam program pelayaran kebangsaan. Pelajar dan remaja yang berprestasi dan berdisiplin bisa menjadi peserta pelayaran ini.

"Bisa menjadi ajang pembentukan karakter pemimpin ke depan, nasionalisme, kebhinekaan, geopolitik global, ancaman disintegrasi. Ada semangat untuk berprestasi agar terpilih dalam pelayaran Kebangsaan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Kemenbud Targetkan 7.000 Ca...
Megapolitan
DPRD dan Pemkot Bogor Berha...
Ekonomi
Menkeu Suahasil Lantik 5 Pe...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.