Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Iran Bersedia Negosiasi Nuklir Dilanjutkan Jika AS Beri Jaminan Tak Serang Lagi

📅 Selasa, 01 Jul 2025, 19:54 WIB | Oleh:
Iran Bersedia Negosiasi Nuklir Dilanjutkan Jika AS Beri Jaminan Tak Serang Lagi Doc: ANTARA/Xinhua/Shadati
Ket. Arsip - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.

ISTANBUL - Iran akan melanjutkan negosiasi nuklir dengan Amerika Serikat (AS) jika ada jaminan penuh bahwa AS tidak akan kembali menyerang wilayah Iran selama proses negosiasi berlangsung.

Hal itu ditegaskan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi kepada CBS News pada Selasa (1/7).

"Saya tidak berpikir negosiasi akan dimulai lagi dalam waktu dekat. Sebelum kami memutuskan untuk kembali berunding, kami harus memastikan bahwa Amerika tidak akan menyerang kami lagi secara militer selama proses negosiasi,” kata dia.

Araghchi menambahkan bahwa dengan mempertimbangkan berbagai hal, Iran masih membutuhkan lebih banyak waktu untuk memutuskan langkah selanjutnya.

Pada Senin, Gedung Putih mengungkapkan bahwa utusan Presiden AS Donald Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, terus menjalin komunikasi dengan pejabat Iran setelah gencatan senjata tercapai antara Iran dan Israel.

Araghchi mengatakan bahwa program nuklir Iran adalah "kebanggaan nasional". Dia juga menegaskan bahwa Iran tidak akan menyerah begitu saja terhadap tekanan internasional.

"Kami telah perlihatkan dalam perang 12 hari yang dipaksakan ini bahwa kami mampu mempertahankan diri, dan kami akan terus melakukan hal yang sama jika ada agresi terhadap kami," kata dia.

Konflik Iran-Israel meletus pada 13 Juni ketika Israel melancarkan serangan udara ke berbagai fasilitas militer, nuklir, dan sipil di Iran, yang menewaskan sedikitnya 935 orang dan melukai lebih dari 5.300 lainnya, menurut Kementerian Kesehatan Iran.

Iran membalas dengan meluncurkan rudal dan drone ke wilayah Israel. Menurut data dari Universitas Ibrani Yerusalem, serangan itu menewaskan sedikitnya 29 orang dan melukai lebih dari 3.400 orang.

AS memperburuk situasi dengan mengebom tiga fasilitas nuklir utama Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan.

Konflik tersebut kemudian terhenti setelah AS mensponsori gencatan senjata yang mulai berlaku pada 24 Juni.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.