Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Di Tengah Modernisasi, Perempuan Giriloyo Tetap Lestarikan Batik Tulis

📅 Minggu, 29 Jun 2025, 07:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Selain melindungi produksi, edukasi kepada masyarakat ihwal keaslian batik menjadi strategi penting.

Kunjungan wisatawan ke Kampung Batik Giriloyo dimanfaatkan komunitas itu untuk menjelaskan secara langsung proses membatik, membedakan batik asli dan tekstil printing, serta mengenalkan nilai-nilai filosofis dari beragam motif batik. 

Pada periode Januari hingga Februari 2025, kunjungan wisata ke kampung itu sempat mencapai 8.000 sampai 9.000 orang per bulan. Mereka berasal dari kalangan pelajar, mahasiswa, dan wisatawan asing dari berbagai negara seperti Jepang, Belgia, Mesir, Amerika, hingga Prancis.

Motif-motif khas yang dibuat di Giriloyo bukan sekadar cantik, tapi juga memiliki nilai filosofi tinggi. Misalnya motif Wahyu Tumurun yang berarti turunnya wahyu dari Tuhan, dan motif Truntum sebagai penuntun hidup. Kombinasi keduanya memberikan makna mendalam yakni hidup yang diberkahi dan selalu dalam bimbingan Ilahi.

Ada pula motif Sido Mukti sebagai simbol harapan hidup sejahtera, dan Parang sebagai lambang kecerdasan dan kebijaksanaan pemimpin. Motif Sido Asih melambangkan kasih sayang dan cinta dalam rumah tangga, sering digunakan dalam pernikahan. 

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY Intan Mestikaningrum mengatakan bahwa Pemda DIY terus mendukung pelestarian batik melalui pelatihan, promosi, dan pendirian fasilitas pendukung. "Kami telah mendirikan Museum Batik Jogja, serta membentuk forum batik tulis, batik cap, dan kombinasi untuk meningkatkan daya saing IKM batik," ujarnya.

Adapun sentra batik lainnya di DIY tersebar di Gunungkidul (Dusun Tancep, Trembowo), Bantul (Imogiri, Pandak), Kulon Progo (Sapon, Gulurejo, Lendah), Sleman (lereng Merapi), dan Kota Yogyakarta (Taman Sari). Batik tulis Giriloyo tak sekadar produk budaya, tapi juga sumber penghidupan dan simbol ketahanan komunitas perempuan. 

Di tengah pasar bebas yang didominasi tekstil bermotif batik bertarif murah meriah, mereka tetap memilih jalan yang lambat namun jujur. 

Imaroh menunduk khusyuk di atas kain putihnya. Garis-garis motif klasik perlahan mengisi bidang kosong, menghidupkan cerita penuh makna dari tiap tetes malam. 

"Batik itu bukan semata-mata tekstil, tapi sebuah karya seni. Karya seni yang diukir dengan penuh kesabaran," tutur pemilik Sanggar Batik Sri Kuncoro itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.