Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PLTS apung di Waduk Kedungombo dan Gajahmungkur Dikebut, Dua Proyek di Jateng itu Tunggu Izin Amdal 

📅 Jumat, 27 Jun 2025, 21:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
PLTS apung di Waduk Kedungombo dan Gajahmungkur Dikebut, Dua Proyek di Jateng itu Tunggu Izin Amdal  Doc: Istimewa.
Ket. Ilustrasi - PLTS terapung di kawasan Tambak Lorok, Semarang, Jawa Tengah.

SEMARANG - Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) apung menjadi solusi energi terbarukan, terutama di negara dengan potensi matahari yang melimpah seperti Indonesia. 

PLTS apung tidak hanya menawarkan potensi besar dalam mengurangi ketergantungan pada energi fosil, tetapi juga memiliki beberapa keunggulan unik dibandingkan PLTS konvensional di darat. 

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyebut proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) apung di Waduk Kedungombo dan Waduk Gajahmungkur sudah memasuki tahap pengurusan perizinan.

"Sudah masuk ke perizinan Amdal. Mudah-mudahan dalam waktu dekat segera beroperasi," kata Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Jawa Tengah, Sudjarwanto Dwiatmoko saat pembukaan Forum Investasi Energi Terbarukan Jawa Tengah di Semarang, Kamis (26/6).

Menurut dia, rencananya PLTS apung di Waduk Kedungombo yang berada di wilayah Boyolali, Sragen dan Grobogan tersebut akan berkapasitas sekitar 100 Megawatt.

Adapun PLTS apung Waduk Gajahmungkur Wonogiri akan berkapasitas 70 Megawatt.

Ke depan, lanjut dia, pemanfaatan danau maupun waduk untuk PLTS apung akan terus didorong sebagai bagian dari penyediaan energi baru terbarukan.

Paradigma pembangunan berkelanjutan Jawa Tengah mendorong pertumbuhan ekonomi tanpa merusak alam.

Hal tersebut dilakukan melalui kebijakan transisi energi serta komitmen untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

Sementara Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa mengatakan dibutuhkan unit khusus yang menangani pengurusan perizinan investasi hijau di Jawa Tengah.

"Selama ini, pengurusan perizinan masih diperlakukan sama dengan investasi sumber energi fosil. Perlu dibuatkan jalur khusus," katanya.

Menurut dia, banyak insentif yang bisa diberikan pada investor yang menanamkan modal pada penyediaan energi baru terbarukan.

"Jawa Tengah memiliki modal untuk menjadi pemimpin regional di sektor investasi hijau," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.