Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Insiden Rinjani jadi momentum pembenahan Basarnas

📅 Jumat, 27 Jun 2025, 11:00 WIB | Oleh:
 Insiden Rinjani jadi momentum pembenahan Basarnas Doc: ANTARA/Nur Imansyah.
Ket. Anggota Komisi V DPR RI Dapil NTB 2 Pulau Lombok, Abdul Hadi.

Mataram -- Anggota Komisi V DPR RI Abdul Hadi menilai insiden meninggalnya seorang pendaki asal Brasil akibat terjatuh di Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi momentum pembenahan di Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).

"Kejadian ini harus menjadi momentum pembenahan menyeluruh agar tragedi serupa tidak terulang pada masa depan," kata Abdul Hadi yang merupakan anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) NTB 2 Pulau Lombok dalam keterangan di Mataram, Kamis.

Ia menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Juliana Marins, pendaki asal Brasil, dalam kecelakaan di kawasan Gunung Rinjani, sekaligus prihatin atas keterlambatan evakuasi korban yang memerlukan waktu hingga tiga hari sejak korban pertama kali melaporkan kondisinya.

"Publik berhak mempertanyakan lambatnya evakuasi ini. Bagaimana bisa dalam waktu kritis korban sempat memberi sinyal dan baru bisa dijangkau setelah tiga hari. Ini harus menjadi pembelajaran serius," ujar mantan pimpinan DPRD NTB itu.

Menurutnya, Basarnas dan tim SAR memang dihadapkan pada tantangan medan ekstrem, kabut tebal, dan posisi korban di jurang sedalam 600 meter.

Ia pun memberi apresiasi atas dedikasi tim SAR gabungan di lapangan, tetapi menekankan bahwa kejadian ini harus dievaluasi secara mendasar agar standar tanggap darurat bisa lebih cepat dan lebih tepat.

"Sudah saatnya kita mengevaluasi dan memperbarui SOP evakuasi di kawasan pegunungan dan taman nasional. Latihan rutin dan pelibatan komunitas lokal harus ditingkatkan agar respons lebih sigap," ungkap Abdul Hadi.

Selain itu politisi asal Lombok tersebut mendorong agar pemerintah memperkuat kapasitas dan teknologi SAR.

"Pengadaan drone pencari panas dan drone logistik berat harus menjadi prioritas, sekaligus memastikan seluruh pendaki, terutama wisatawan mancanegara, membawa pelacak GPS atau emergency beacon. Dengan begitu upaya evakuasi bisa berlangsung lebih cepat dan akurat," ucap Abdul Hadi.

Ia juga meminta adanya pusat komando terpadu dalam situasi darurat agar koordinasi antar instansi Basarnas, taman nasional, TNI, Polri, BPBD, dan komunitas lokal lebih efektif dan berbasis data real-time.

"Jadi sekali lagi, kejadian ini harus menjadi momentum pembenahan menyeluruh agar tragedi serupa tidak terulang pada masa depan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Olahraga
Belanda Kalahkan Serbia, Zi...
Nasional
Jelarang, Satwa Langka Terl...

Pembangunan Bendungan Jenelata

1 jam lalu | Fajar Alim M

Daerah
Pembangunan Bendungan Jenelata
Advertisement
Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.