Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Neraca Dagang RI Bisa Ambruk! Efek Domino Perang Iran-Israel Makin Nyata

24 Rabu, 25 Jun 2025, 13:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Neraca Dagang RI Bisa Ambruk! Efek Domino Perang Iran-Israel Makin Nyata Neraca Dagang RI Bisa Ambruk! Efek Domino Perang Iran-Israel Makin Nyata Doc: ANTARA FOTO/ Muhammad Adimaja
Ket. Kapal peti kemas milik negara asing melakukan akitvitas bongkar muat komoditas ekspor impor di dermaga JICT Tanjung Priok, Jakarta.

JAKARTA – Peningkatan ekspor sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi dan stabilitas suatu negara. Ekspor tidak hanya meningkatkan devisa negara, tetapi juga mendorong pertumbuhan industri dalam negeri, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan daya saing produk domestik di pasar global.

Namun, kinerja ekspor suatu negara bisa terancam apabila kondisi global diliputi ketidakpastian. Perang antara negara yang memicu eskalasi geopolitik tentunya akan mempengaruhi penurunan permintaan barang.

Peneliti dan Analis Kebijakan Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Hasran mengatakan, perang Iran dengan Israel berpotensi menggerus kinerja dan surplus ekspor Indonesia. Menurut Hasran, salah satu penyebabnya adalah meningkatnya biaya pengiriman dan transportasi akibat ditutupnya Selat Hormuz oleh Pemerintah Iran.

"Penutupan jalur ini membuat kapal-kapal harus memilih jalur lain yang biayanya tidak seefisien pelayaran melalui Selat Hormuz. Menurut Energy Information Administration (EIA), disrupsi di jalur ini akan berdampak besar terhadap pasar energi di Tiongkok, India, Jepang, dan Korea Selatan," katanya melalui keterangan di Jakarta, Rabu (25/6).

Neraca perdagangan Indonesia telah mencatat surplus selama lima tahun berturut-turut. Pada Mei 2025, surplus neraca perdagangan mencapai 4,9 miliar dolar AS, meningkat sebesar 2,962 persen secara bulanan (month-to-month/mtm) dibandingkan dengan surplus sebesar 160 juta dolar AS pada April 2025.

Hasran menyebut ketegangan geopolitik antara Israel dan Iran yang meningkat telah menimbulkan kekhawatiran besar terhadap stabilitas perdagangan global.

Salah satu dampak paling nyata dari konflik ini adalah potensi terganggunya pasokan minyak dunia.

Terganggunya pasokan minyak dunia, lanjutnya, sangat mungkin mempengaruhi perdagangan Indonesia, baik dari sisi biaya logistik maupun permintaan dari negara mitra dagang utama.

Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen dari total transaksi minyak dunia pada tahun 2024.

Meskipun Amerika Serikat hanya mengimpor sekitar tujuh persen minyaknya melalui Selat Hormuz, potensi disrupsi terhadap pasokan global dapat menyebabkan pergeseran (shifting) permintaan minyak dari jalur tersebut ke produsen alternatif, termasuk dari Amerika Serikat sendiri yang juga terlibat dalam perang ini. Kondisi ini dapat mendorong kenaikan harga minyak dunia.

Kenaikan harga minyak ini akan berdampak secara langsung terhadap perdagangan Indonesia. Permintaan ekspor dapat terganggu karena biaya tinggi yang ditimbulkan dalam proses pengiriman logistik.

Gangguan pasokan minyak ke negara-negara ini berpotensi menghambat aktivitas ekonomi mereka, yang pada akhirnya dapat berdampak pada penurunan permintaan terhadap barang ekspor dari Indonesia.

Hasran mendorong pelibatan aktif pemerintah dalam mendorong upaya perdamaian di kawasan ini. Konflik yang terus bereskalasi akan berdampak pada ekonomi dunia karena mengganggu jalur distribusi energi dunia.

Namun demikian, besarnya dampak yang akan dirasakan Indonesia sangat bergantung pada seberapa lama penutupan Selat Hormuz berlangsung.

Kedua, pemerintah juga perlu menghilangkan hambatan non-tarif dalam impor pangan dan barang strategis lainnya.

Di tengah biaya logistik dan produksi global yang meningkat, biaya tambahan akibat kuota, perizinan berbelit, atau regulasi yang tidak relevan hanya akan memperparah beban importir dan konsumen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Homepage Mobile Atas
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.