MBG Terancam Gagal! Sektor-Sektor Terkait Masih Egois?
📅 Selasa, 24 Jun 2025, 20:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/ Lintang Budiyanti Prameswari.
JAKARTA – Pemerintah menilai perlu adanya kolaborasi lintas sektor guna mencapai target pemenuhan gizi dan pemerataan akses pangan lewat Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Melalui MBG, pemerintah berharap dapat menyelesaikan permasalahan pemenuhan hak dasar atas pangan dan gizi bagi anak-anak dan kelompok rentan, termasuk ibu hamil dan menyusui.
“Persoalan gizi, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan masih menjadi tantangan besar. Tentunya hal ini bila tidak segera diatasi akan menjadi kendala utama dalam mencapai Indonesia Emas yang membutuhkan SDM yang berkualitas,” kata Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto di SDN Petojo Selatan 06 Jakarta Pusat, Selasa (24/6).
Tercatat hingga 22 Juni 2025, program MBG telah menjangkau 5,2 juta jiwa penerima manfaat. Sebagai bentuk dukungan sektor swasta terhadap Program MBG, organisasi Matahari Pagi Indonesia menginisiasi Program Makan Bahagia Gratis yang berkolaborasi dengan berbagai pihak selaku donatur.
Haryo menyebutkan pelibatan UMKM dalam Gerakan Makan Bahagia Gratis itu dinilai mampu mendorong perekonomian daerah, serta sejalan dengan target Program MBG. Adapun UMKM merupakan salah satu sektor yang terus didorong Pemerintah sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan kontribusi lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menyerap hampir 97 persen tenaga kerja, UMKM hingga saat ini telah mencapai lebih dari 64 juta unit usaha.
Ketua Majelis Pertimbangan Matahari Pagi Indonesia Dahnil Anzar Simanjuntak menerangkan, program tersebut ditujukan untuk mendukung kebijakan pemenuhan gizi Pemerintah dengan memberikan makan kepada sekolah yang belum terimplikasi Program MBG.
Pada kesempatan sama, Anggota Majelis Pembina Matahari Pagi Indonesia Jusuf Hamka menyampaikan bahwa program tersebut tidak hanya diberikan untuk mendorong pemenuhan gizi dari anak-anak Indonesia, tetapi juga sebagai upaya pemberdayaan UMKM setempat sebagai penyedia makan yang dibagikan kepada para siswa.
Sebaiknya Anda baca juga:
Adapun implementasi Program Makan Bahagia Gratis kepada 234 siswa SDN Petojo Selatan 06 Jakarta Pusat merupakan lokasi kedua setelah sebelumnya dilakukan di Yayasan Al-Bi’tsah Himmaturrisalah, Kabupaten Bandung Barat.
“Kita berpikir apa sih yang kita harus berikan untuk negeri. Negeri ini tidak bisa kita lepaskan kepada Pemerintah saja, yang swasta-swasta juga harus bergandengan tangan membantu Pemerintah, negeri ini butuh kita-kita untuk membangun negeri ini,” kata Jusuf Hamka.
Apresiasi juga diberikan kepada berbagai pihak yang telah bersinergi dan berkontribusi dalam mempercepat terlaksananya visi Pemerintah saat ini.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!