Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenhut Amankan Pelaku Perambah 4 Hektare Kawasan Taman Nasional Berbak Sembilang

📅 Selasa, 24 Jun 2025, 11:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemenhut Amankan Pelaku Perambah 4 Hektare Kawasan Taman Nasional Berbak Sembilang Doc: Antara Foto
Ket. Petugas Gakkum memeriksa lokasi aktivitas perambahan di Kawasan TNBS di Desa Penuguan seluas 4 hektare yang akan ditanami sawit di Sumatera Selatan,

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengamankan pelaku perambahan kawasan hutan seluas 4 hektare di Taman Nasional Berbak Sembilan (TNBS) di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel).

Kepala Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kemenhut Wilayah Sumatera Hari Novianto mengatakan tersangka AD diamankan pada 20 Juni 2025 dan ditahan di Rumah Tahanan Polda Sumatera Selatan sejak 21 Juni 2025.

"Sedangkan barang bukti berupa peralatan perkebunan, bibit sawit dan 1 unit pondok kerja disita oleh Penyidik Gakkumhut," kata Hari.

Dia mengatakan penangkapan itu berawal dari kegiatan patroli rutin Polhut TNBS pada tanggal 19 Mei 2025. Sekitar pukul 11.20 WIB, Petugas Polhut mendapati adanya aktivitas perambahan di Kawasan TNBS di Desa Penuguan seluas4 hektare yang akan ditanami sawit.

Di lokasi perambahan tersebut ditemukan bekas tebasan baru, parit buatan dan pondok kerja dan peralatan yang digunakan untuk membuka lahan.

Selanjutnya, tim melakukan pencarian terhadap pelaku perambahan, dan berhasil menangkap pelaku yang berjumlah 3 orang yang masih berada di sekitar TKP dengan inisial AD, AL dan YH.

"Setelah dilakukan interogasi mengaku melakukan perambahan dengan luas sekitar 4 hektare dengan menggunakan peralatan manual. Ketiga pelaku selanjutnya diamankan oleh petugas Polhut di Kantor Seksi Gakkumhut Wilayah III Palembang," tuturnya.

Setelah dilakukan gelar perkara bersama Korwas PPNS Polda Sumsel, Penyidik Gakkumhut meningkatkan status kasus ini ke penyidikan dan berdasarkan dua alat bukti permulaan yang cukup, menetapkan pelaku AD selaku aktor perambahan sebagai tersangka. Sementara pelaku AL dan YH yang merupakan orang yang dipekerjakan oleh AD berstatus sebagai saksi.

Penyidik Gakkumhut menjeratAD dengan Pasal 78 Ayat (3) Jo 50 Ayat (2) huruf a UU No 41 tahun 1999 tentang Kehutanan sebagaimana diubah pada UU No 6 Tahun 2023 tentang PERPPU No 2 tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi UU dan/atau Pasal 33 ayat (2) huruf e Jo. Pasal 40B ayat (1) huruf e UU No 32 tahun 2024 tentang Perubahan atas UU No. 5 tahun1990 Tentang KSDAE Jo. Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank
    Preview komentar:
    Ini sudah masuk kategori -menghalang-halangi penyampaian pendapat- atau ...
  • Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional
    Preview komentar:
    Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas ...
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Ekonomi
Di BNI WondrX 2026, BNI Sek...
Megapolitan
Berlatih menari balet di Ga...
Daerah
Gunung Anak Krakatau Erupsi...
Daerah
Tradisi Grobyak Ikan Sumber...

Rupiah Masih Rentan - 24 Agustus 2026

5 jam yang lalu | Rizal Azhari

Ekonomi
Rupiah Masih Rentan - 24 Ag...
Ekonomi
IHSG Menghijau! Awal Perdag...
Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.