Fase Baru Transformasi, Bank DKI Rebranding Menjadi Bank Jakarta
📅 Minggu, 22 Jun 2025, 23:38 WIB | Oleh: Vitto Budi
Doc: istimewa
JAKARTA- Bertepatan dengan momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-498 Kota Jakarta, Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Pramono Anung, meresmikan perubahan call name Bank DKI menjadi Bank Jakarta. Acara peluncuran rebranding nama dan logo baru diselenggarakan di Taman Literasi Martha Christina Tiahahu, Jakarta Selatan, Minggu (22/6).
Perubahan call name itu menandai dimulainya fase baru transformasi PT Bank DKI menuju arah yang lebih modern, profesional, dan siap bersaing di tingkat nasional dan regional. Rebranding juga menjadi bagian dari langkah strategis dalam menyiapkan implementasi Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta, serta roadmap jangka panjang menuju Initial Public Offering (IPO).
Acara tersebut turut dihadiri oleh jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, para pemimpin lembaga regulator seperti Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae, serta para pimpinan BUMD dan mitra strategis.
Dalam sambutannya, Gubernur Pramono menyampaikan bahwa pemilihan nama Bank Jakarta merupakan hasil dari pertimbangan mendalam. Brand Jakarta sudah dikenal luas, bersifat universal, dan memiliki daya resonansi global.
“Call name ini mencerminkan positioning baru bank daerah yang siap berdiri sejajar dengan lembaga keuangan nasional maupun regional. Nama ini bukan hanya singkat dan kuat, tetapi juga membawa aspirasi kolektif warga Jakarta untuk memiliki bank yang mencerminkan identitas kota, sekaligus menjadi bagian dari mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Pramono.
Sebaiknya Anda baca juga:
Aspirasi Tanpa Batas
Selain call name, Gubernur juga memperkenalkan logo baru Bank Jakarta, yang tetap menampilkan esensi Monumen Nasional (Monas), namun dengan pendekatan visual yang lebih modern, tiga garis diagonal tanpa lingkaran pembatas.
“Logo baru ini menyerupai api Monas yang menjulang ke langit, sebuah lambang aspirasi yang terus tumbuh, melampaui batas ruang dan waktu,” tegasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo, menegaskan bahwa rebranding bukan hanya sekedar perubahan visual, tetapi mencerminkan transformasi menyeluruh yang sedang berlangsung di tubuh Bank DKI.
Transformasi itu meliputi penguatan tata kelola, risk management, dan budaya kerja profesional, akselerasi transformasi digital dan integrasi layanan berbasis ekosistem, modernisasi infrastruktur IT dan peningkatan keamanan siber dan penguatan fungsi intermediasi, produktivitas kredit, serta akuisisi dana murah secara berkelanjutan.
“Kami ingin masyarakat Jakarta merasakan bahwa perubahan ini bukanlah kosmetik, tetapi mencerminkan komitmen mendalam untuk menjadi bank yang kuat secara finansial, sehat dalam tata kelola, dan hadir secara nyata dalam kehidupan masyarakat,” jelas Agus.
Sarat Makna
Peluncuran di Taman Literasi Blok M, papar Agus karena merepresentasikan ruang publik yang hidup, inklusif, dan mencerdaskan. Menurut Agus, taman itu menggambarkan esensi dari peran baru Bank Jakarta memberdayakan, menginspirasi, dan membangun kepercayaan dari akar masyarakat.
Peluncuran diadakan pada siang hari sebagai simbol bahwa transformasi ini hadir di tengah denyut aktivitas kota, bukan dari ruang yang steril. Ini juga sejalan dengan tagline baru Bank Jakarta: “Membangun Masa Depan” sebuah ajakan kolektif untuk tumbuh bersama, berdaya saing tinggi, dan memberikan kontribusi yang berkelanjutan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!