Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pimpinan DPR Minta Intelijen Antisipasi Betul Ancaman Teror Pesawat

📅 Sabtu, 21 Jun 2025, 22:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pimpinan DPR Minta Intelijen Antisipasi Betul Ancaman Teror Pesawat Doc: ANTARA
Ket. Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, memberikan keterangan di kawasan Braga, Bandung, Sabtu (21/6/2025).

BANDUNG – Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, meminta aparat penegak hukum termasuk intelijen betul-betul melakukan langkah preventif guna mengantisipasi ancaman teror pada pesawat yang sudah dua kali terjadi belakangan ini.

Cucun mengatakan publik menginginkan aparat penegak hukum seperti Polri dan badan-badan intelijen dengan berbagai kekuatannya, untuk bisa melakukan deteksi dini terkait teror bom di pesawat, termasuk sosok-sosok di baliknya yang menebar ancaman dan membuat takut masyarakat.

"Kita komunikasi dengan intelijen dan aparat penegak hukum,supaya betul-betul mengantisipasi ini jangan sampai terjadi lagi," kata Cucun, di Bandung, Sabtu (21/6).

Meski demikian, dia mengapresiasi langkah maskapai yang cukup telah mengikuti protokol keselamatan, sehingga masyarakat pun dimintanya untuk mengerti.

"Harus safety. Kalau dianggap penting untuk landing di suatu bandara, pasti akan dilakukan. Jangan dianggap main-main kalau memang perlu, pengecekan oleh semua ahli bom kalau bicara ancaman bom jangan dianggap sepele. Tapi tetap kita apresiasi langkah-langkah dari semua maskapai mengantisipasi ini," ucapnya.

Sebelumnya, dilaporkan dua pesawat Saudia Airlines tujuan Indonesia harus mendarat darurat akibat mendapat ancaman bom.

Yang pertama, pesawat dengan nomor penerbangan SV-5276 mendapat ancaman bom dikirimkan oleh orang tidak dikenal melalui surat elektronik pada Selasa (17/6) pukul 07.30 WIB.

Surat elektronik ini berisi akan meledakkan pesawat dengan nomor registrasi HZ-AK32 rute Jeddah-Jakarta (Bandar Udara Soekarno-Hatta) membawa sebanyak 442 haji Kloter 12 Debarkasi Jakarta-Bekasi.

Akhirnya, pilot pesawat Saudia Airlines memutuskan mengalihkan penerbangan dengan melakukan pendaratan darurat ke Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, pukul 10.44 WIB.

Kemudian pada Sabtu (21/6) pagi, pesawat Saudia Airlines yang membawa 376 jemaah haji tujuan Bandara internasional Juanda Surabaya, juga mendarat darurat di Bandara Kualanamu akibat adanya ancaman bom.

Pesawat dengan nomor penerbangan SV5688 ini, terpaksa mengalihkan pendaratan sebagai langkah teknis menjamin keselamatan penerbangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.