Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

AS Kirim Pesawat Militer Terbesar di Dunia ke Dekat Perbatasan Iran

📅 Sabtu, 21 Jun 2025, 12:00 WIB | Oleh:
AS Kirim Pesawat Militer Terbesar di Dunia ke Dekat Perbatasan Iran Doc: Newsweek/US Dept of Defence
Ket. Pesawat Galaksi Super C-5m.

Angkatan Udara Amerika Serikat telah mengirim pesawat militer terbesar di dunia ke Arab Saudi, dekat perbatasan Iran, menurut data pelacakan penerbangan.

Sebuah C-5m Super Galaxy melakukan perjalanan dari Pangkalan Udara Aviano di Italia ke Arab Saudi pada hari Kamis (19/6), menurut Flightradar24, yang melacak pesawat di seluruh dunia.

Pada pukul 10.26 malam Eastern Time (ET) pada hari Kamis, pesawat tersebut terekam mendekati Riyadh, ibu kota Saudi.

Departemen Pertahanan AS, saat dihubungi Newsweek, menolak mengomentari penerbangan tersebut.

Presiden AS Donald Trump telah mempertimbangkan apakah akan bergabung dengan serangan Israel yang menargetkan fasilitas nuklir Iran, yang banyak di antaranya berjarak dekat dengan penerbangan dari Arab Saudi.

Gedung Putih mengumumkan pada hari Kamis bahwa Trump telah menetapkan batas waktu dua minggu untuk memutuskan apakah AS akan menyerang Iran.

"Berdasarkan fakta bahwa ada peluang besar terjadinya negosiasi yang mungkin atau mungkin tidak terjadi dalam waktu dekat, saya akan membuat keputusan apakah akan pergi atau tidak dalam dua minggu ke depan," kata sekretaris pers Gedung Putih Karoline Leavitt.

AS meningkatkan kehadiran militernya di Timur Tengah, termasuk mengerahkan lebih banyak pesawat tempur F-16, F-22 dan F-35, kata sejumlah pejabat kepada Reuters awal bulan ini.

C-5m Super Galaxy adalah pesawat angkut yang telah beroperasi di Angkatan Udara AS sejak 1970.

Angkatan Udara AS belum mengkonfirmasi mengapa pesawat itu dikirim ke Arab Saudi, tetapi disebutkan di situs webnya bahwa "misi utamanya adalah mengangkut kargo dan personel untuk Departemen Pertahanan."

Pesawat ini mengangkut berbagai macam peralatan militer, termasuk tank, helikopter, dan kendaraan besar. Pesawat ini memiliki muatan kargo seberat 281.001 pon dan dapat terbang sejauh 2.150 mil laut.

Angkatan Udara AS memiliki total 52 C-5 yang beroperasi, yang ditempatkan di Pangkalan Angkatan Udara Dover, Delaware; Pangkalan Angkatan Udara Travis, California; Pangkalan Angkatan Udara Lackland, Texas; dan Pangkalan Cadangan Udara Westover, Massachusetts.

Kedatangan pesawat militer AS itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Israel melancarkan gelombang serangan terbarunya terhadap Iran Jumat lalu, menghantam situs nuklir dan menewaskan sejumlah komando militer senior negara itu. Sejak itu, kedua negara saling serang dengan rudal setiap hari.

Gedung Putih mengatakan pada hari Kamis, Trump akan menunggu dua minggu sebelum memutuskan apakah AS akan bergabung dalam perang Israel melawan Iran, memberikan waktu untuk kemungkinan penyelesaian yang dinegosiasikan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

52 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.