Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sam Altman Sindir Meta: Budaya Uang Tak Bisa Tandingin Inovasi OpenAI

📅 Jumat, 20 Jun 2025, 17:00 WIB | Oleh:
Sam Altman Sindir Meta: Budaya Uang Tak Bisa Tandingin Inovasi OpenAI Doc: Getty Images

JAKARTA - CEO OpenAI, Sam Altman, menyindir Meta atas upaya agresif perusahaan milik Mark Zuckerberg tersebut dalam merekrut insinyur dari timnya dengan iming-iming paket kompensasi bernilai fantastis. Dalam podcast Uncapped yang dipandu oleh saudaranya, Jack Altman, Sam mengungkapkan bahwa Meta menawarkan bonus penandatanganan sebesar $100 juta dan kompensasi tahunan lebih dari itu kepada para talenta OpenAI.

"Mereka mulai membuat tawaran besar kepada orang-orang di tim kami. Anda tahu, seperti bonus penandatanganan sebesar $100 juta dan lebih dari itu sebagai kompensasi per tahun," ujar Altman.

Meski demikian, Altman mengaku lega karena sebagian besar insinyur terbaiknya tidak tergiur. Ia menyebut bahwa orang-orang tersebut menilai OpenAI memiliki jalur yang lebih meyakinkan dalam mewujudkan kecerdasan super (superintelligence) dan akan menjadi perusahaan dengan nilai lebih besar dalam jangka panjang dibanding Meta.

Altman juga menyinggung apa yang menurutnya menjadi kekurangan utama Meta dalam perlombaan AI, yakni budaya inovasi yang sejati. Ia tidak yakin bahwa pola pikir Meta yang mengutamakan uang akan membuahkan hasil dalam jangka panjang.

“Ada banyak hal yang saya hormati tentang Meta sebagai sebuah perusahaan, tetapi saya tidak menganggap mereka hebat dalam hal inovasi,” kata Altman.

Ia menilai, pendekatan Meta yang menempatkan kompensasi finansial di atas misi dan tujuan jangka panjang hanya akan menciptakan budaya yang salah. Sebaliknya, OpenAI menurutnya berhasil membangun kultur yang menyelaraskan insentif ekonomi dengan misi dan karya inovatif, yang menjadi kekuatan utama perusahaan.

“Hal yang istimewa tentang OpenAI adalah kami berhasil membangun budaya yang unggul dalam inovasi, dan saya pikir kami memahami banyak hal yang tidak mereka ketahui tentang apa yang dibutuhkan untuk berhasil dalam hal itu,” jelas Altman.

Altman juga membandingkan pendekatan Meta terhadap AI dengan kegagalan Google saat mencoba masuk ke dunia media sosial pada era awal Facebook. Ia menyebut Meta terlalu fokus meniru OpenAI, bukan membangun produk dengan pendekatan orisinal.

Bahkan, Altman mengklaim bahwa Meta menjiplak banyak elemen ChatGPT, termasuk tampilan antarmuka. Ia menilai strategi meniru seperti ini tidak akan bertahan lama dan cenderung gagal karena tidak didasarkan pada inovasi sejati.

Dalam perbincangan tersebut, Altman juga mengungkapkan bahwa menurut informasi dari mantan karyawan Meta, perusahaan tersebut memandang ChatGPT sebagai ancaman langsung terhadap Facebook. Altman menyebut bahwa ChatGPT menawarkan pengalaman pengguna yang lebih bersahabat, berbeda dengan platform lain yang disebutnya "agak bermusuhan."

Ia menambahkan bahwa, dibandingkan Google yang hasil pencariannya kini terasa semakin buruk dan Meta yang memanipulasi perhatian pengguna, ChatGPT berusaha murni untuk membantu dan membuat pengguna merasa lebih baik.

Tak hanya mengulas persaingan dengan Meta, Altman juga mengungkap pandangannya soal masa depan AI. Ia menyebut bahwa AI akan segera bisa menemukan pengetahuan ilmiah baru, dan bahkan menghidupkan impian lamanya: robot humanoid dalam 5–10 tahun ke depan.

Pernyataan Altman ini sekaligus menegaskan posisi OpenAI sebagai pionir dalam pengembangan kecerdasan buatan, sembari melempar kritik keras terhadap para pesaing yang dianggapnya hanya mengejar ketertinggalan dengan cara instan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Ekonomi
Kuartal I, Hilirisasi Nikel...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.