Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BRIN dan Bayer Tekankan Pentingnya Percepatan Adopsi Benih Jagung Bioteknologi untuk Ketahanan Pangan

📅 Kamis, 19 Jun 2025, 19:25 WIB | Oleh:

Rata-rata produktivitas mencapai 8,3 ton per hektar, hampir dua kali lipat dibandingkan varietas konvensional. Dari sisi ekonomi, Return on Investment (ROI) juga meningkat, terutama karena efisiensi dalam pengendalian gulma dan produktivitas yang lebih tinggi. Inisiatif ini diharapkan bisa menjadi model replikasi yang mempercepat transformasi pertanian Indonesia.

Pada program tahap pertama 1000 ha Jagung Bioteknologi  di lahan seluas 350 hektar, hasil ubinan yang disaksikan Petugas Penyuluh Lapangan dari Kantor Dinas Pertanian setempat di berbagai titik di 2 lokasi utama di kabupaten Sumbawa dan Dompu mencapai 13 - 15 ton per hektar dengan kadar air 17%.

Sementara itu rata-rata nasional produktivitas jagung antara 4-5 ton per hektar pipilan kering. Diharapkan dengan produktivitas hasil panen yang mencapai di atas 10 ton per hektar, petani dapat memiliki daya tahan terhadap fluktuasi harga komoditas dan juga memiliki kesejahteraan yang lebih baik.

Aditia menambahkan, keberlangsungan Program KADIN ini dapat terlaksana dengan baik karena dukungan berbagai pihak yang berkolaborasi bersama dalam skema kemitraan inclusive closed-loop. PT Bayer Indonesia, salah satu anggota KADIN telah melakukan pembinaan petani untuk menggunakan benih jagung bioteknologi DK95R yang tahan pada herbisida dengan metode budidaya yang tepat.

“Terbukti meningkatkan hasil panen dan pendapatan petani, sementara PT Seger Agro Nusantara berperan dalam memberikan jaminan pembelian hasil panen, ungkap Aditia.

Hamzan Wadi, petani asal Sumbawa yang merupakan salah satu dari 2.000 petani yang terlibat dalam program tersebut mengatakan, manfaat utama yang dirasakan dengan adanya benih jagung bioteknologi ini adalah peningkatan hasil dan menurunkan biaya.

Selain itu saya masih mempunyai waktu yang lebih banyak untuk keluarga dan kegiatan lainnya. Saya bisa mengantar anak bisa berjalan sama istri, sehingga meningkatkan kualitas hidup saya. Juga ketika panen nanti hasil panen kami sudah diserap oleh PT Seger Agro Nusantara, kami mendapatkan kemudahan dari sebelum tanam hingga pasca panen," paparnya.

Keberhasilan panen tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi dan ilmu pengetahuan pada bidang pertanian yang tepat guna dan tepat sasaran, akan dapat memberikan manfaat signifikan dalam meningkatkan produktivitas, meningkatkan pendapatan petani, memberikan stabilitas pasokan bahan pangan, dan keberlanjutan pertanian di Indonesia.

Program diskusi ini merupakan bagian dari seri “The Science Behind: A Series of Bayer Media Classes”, inisiatif eksklusif yang bertujuan memperkuat literasi media terhadap isu-isu terkini di bidang pertanian dan kesehatan.

Melalui forum ini, Bayer membuka ruang dialog ilmiah bersama para pakar untuk mendorong pemahaman yang lebih dalam terhadap peran ilmu pengetahuan dalam menjawab tantangan di bidang-bidang yang menjadi spesialisasi perusahaan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Halte Transjakarta Tebet Ec...
Megapolitan
Yukkk Ikuti Acara Unik: Bak...
Sebanyak 34.000 Bungkus Nasi Dibagikan dalam Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus

Sebanyak 34.000 Bungkus Nasi Dibagikan dalam Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus

25 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.