Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemkab Pasaman Barat Gandeng Perusahaan dan Perbankan Atasi Kemiskinan Lewat Program CSR

📅 Rabu, 18 Jun 2025, 17:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkab Pasaman Barat Gandeng Perusahaan dan Perbankan Atasi Kemiskinan Lewat Program CSR Doc: Antara Foto
Ket. Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat menggandeng perusahaan kelapa sawit dan perbankan untuk menanggulangi kemiskinan ekstrem dan stunting melalui program Corporate Social Responsibility (CSR)

Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat menggandeng perusahaan kelapa sawit dan perbankan dalam upaya penanggulangan kemiskinan, percepatan pencegahan penurunan stunting dan penghapusan kemiskinan ekstrem.

"Perlu kerja sama kolaborasi semua pihak dalam mengatasi persoalan itu," kata Bupati Pasaman Barat Yulianto saat pertemuan dengan perusahaan kelapa sawit dan perbankan di Simpang Empat, Rabu.

Dia menyebut angka kemiskinan Pasaman Barat masih berada pada angka 7,0 persen, setara dengan 34.600 jiwa.

Kemiskinan ekstrem berada di angka 0,70 persen atau 3.410 jiwa, sedangkan prevalensi stunting di angka 26,6 persen atau 4.574 balita.

Berdasarkan data penyasaran percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem (P3KE) yang bersumber dari Kepmenko PMK RI, dari 36.040 kepala keluarga terdapat 3.435 rumah yang tidak layak huni, 13.226 jamban tidak layak, 17.329 memiliki akses air minum tidak layak, 544 tidak memiliki penerangan listrik PLN, dan 5.936 masih memasak menggunakan kayu bakar dan minyak tanah.

"Sebanyak 202 balita stunting berada pada keluarga miskin merupakan sandingan data e-PPGBM Dinas Kesehatan dan P3KE Kepmenko PMK RI," katanya.

Dia menyebutkan Kecamatan Pasaman wilayah dengan angka stunting miskin tertinggi sebanyak 36 balita, Koto Balingka dengan 34 balita, dan Sungai Aur dengan 29 balita.

Pada 2024, ujarnya, perusahaan yang ada telah ikut berkontribusi dalam kebijakan penanggulangan kemiskinan, percepatan penurunan stunting, dan penghapusan kemiskinan ekstrem.

"Terima kasih atas kontribusinya dan tahun ini diharapkan dapat lebih banyak lagi yang terlibat," katanya.

Dalam pertemuan itu, dia menekankan, isu penanggulangan kemiskinan, percepatan penurunan stunting, percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem merupakan isu lintas sektor yang memerlukan kerja kolaboratif cerdas dalam menyelesaikan.

Selain itu, setiap pihak, baik pemerintah, akademisi, media, masyarakat, maupun badan usaha harus mengambil peran terhadap target pencapaian nasional.

Selain itu, penajaman keteririsan isu sebagai sesuatu yang harus dilakukan sehingga mampu menyelesaikan berbagai permasalahan dengan program dan kegiatan yang terbatas, keterpaduan dan keterbukaan data sebagai  suatu keharusan untuk secara bersama-sama menyasar prioritas secara konvergen.

Selain itu, terhadap pelaku usaha perbankan, PKS dan perkebunan kelapa sawit di Pasaman Barat harus secara bersama-sama dengan pemerintah daerah untuk mengarahkan sebagian dana tanggung jawab sosial perusahaan kepada sasaran paling super prioritas untuk mendapatkan.

Pelaksana Tugas Kepala Bappelitbangda Pasaman Barat Ikhwanri mengatakan kolaborasi perusahaan untuk mengatasi persoalan yang ada sebagai penting.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

46 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.