Laporan Palo Alto Networks Ungkap Taktik Baru Serangan Ransomware
📅 Rabu, 18 Jun 2025, 10:35 WIB | Oleh: Haryo BronoTemuan-temuan utama dari laporan tersebut meliputi pertama para penyerang menipu untuk mendapatkan bayaran. Unit 42 mengamati meningkatnya jumlah kasus penipuan pemerasan yang menggunakan data palsu dan bahkan mengirimkan pesan fisik perihal tebusan yang dikirim langsung ke rumah para pemimpin eksekutif.
Kedua industri manufaktur masih menjadi target utama ransomware. Tren yang telah berlangsung selama beberapa tahun ini terus berlanjut. Industri kedua yang paling banyak terkena dampak adalah grosir & ritel, dan diikuti oleh layanan profesional & hukum.
Ketiga aktivitas ransomware berdasarkan lokasi kantor pusat: Wilayah yang paling banyak ditargetkan oleh para penyerang adalah Amerika Serikat, Kanada, Inggris, dan Jerman. Keempat keamanan cloud dan endpoint berada dalam ancaman. Penyerang semakin sering menggunakan "EDR killers" untuk menonaktifkan sensor keamanan endpoint dan menargetkan sistem cloud secara lebih agresif dibandingkan sebelumnya.
Kelima pemerasan menggunakan ancaman orang dalam yang dihasilkan AI terus meningkat. Operator Korea Utara yang menggunakan identitas yang dibuat oleh AI untuk bekerja sebagai pekerja IT jarak jauh telah memeras perusahaan dengan mencuri proprietary code dan mengancam akan membocorkannya kepada publik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ketujuh RansomHub muncul sebagai varian ransomware teratas. RansomHub menjadi jenis ransomware paling produktif yang diamati selama periode laporan ini (Januari-Maret 2025). Hal ini menandai peningkatan yang signifikan sejak pertengahan tahun 2024, ketika pertama kali diidentifikasi sebagai ancaman yang perlu diwaspadai.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!