Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiongkok Gencarkan Penghijauan untuk Atasi Masalah Penggurunan

📅 Selasa, 17 Jun 2025, 21:12 WIB | Oleh:
Tiongkok Gencarkan Penghijauan untuk Atasi Masalah Penggurunan Doc: AFP
Ket. Gurun Gobi

BEIJING - Tiongkok mencatatkan kemajuan besar dalam memerangi penggurunan, dengan 365 juta mu (sekitar 24,3 juta hektare) wilayah yang terdampak penggurunan berubah menjadi lahan hijau sejak 2012, seperti ditunjukkan data dari Administrasi Kehutanan dan Padang Rumput Nasional (National Forestry and Grassland Administration/NFGA) Tiongkok pada Selasa (17/6).

Sekitar 27,94 juta mu (sekitar 1,86 juta hektare) lahan telah dilindungi dari penggurunan selama 13 tahun terakhir, kata administrasi tersebut pada peringatan Hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan Sedunia (World Day to Combat Desertification and Drought), yang jatuh setiap 17 Juni.

Data resmi juga menunjukkan bahwa dari tahun 2000 hingga 2019, total tanah yang terkikis oleh angin di gurun dan wilayah berpasir utama di negara tersebut telah menurun sekitar 40 persen, dan Tiongkok merupakan negara pertama yang mencapai pertumbuhan nol dalam degradasi lahan.

Di bawah Program Hutan Penahan Angin Tiga Utara (Three-North Shelterbelt Forest Program/TSFP) Tiongkok, program penghijauan terbesar di dunia itu diluncurkan pada 1978 untuk mengatasi penggurunan di wilayah barat laut, utara, dan timur laut negara tersebut.

Sebagai hasilnya, total 480 juta mu (sekitar 32,02 juta hektare) hutan telah ditanami dan dilestarikan, dan 1,28 miliar mu (sekitar 85,38 juta hektare) padang rumput yang terdegradasi telah dipulihkan.

Di wilayah yang tercakup dalam TSFP, rasio tutupan hutan telah meningkat dari 5,05 persen pada 1977 menjadi 13,84 persen saat ini, dengan 61 persen wilayah erosi tanah berhasil dikendalikan secara efektif dan 450 juta mu (sekitar 30,02 juta hektare) lahan pertanian terlindungi.

Tiongkok juga secara aktif memenuhi komitmennya di bawah Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Memerangi Penggurunan (United Nations Convention to Combat Desertification/UNCCD).

Negara itu telah mendirikan sebuah pusat manajemen pengetahuan pengendalian penggurunan internasional berkolaborasi dengan sekretariat UNCCD, dan menjalin kerja sama dengan sejumlah negara dalam pengendalian penggurunan, termasuk Mongolia dan Rusia, papar administrasi tersebut. Ant/Xinhua

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.