Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pelaku wisata harapkan geopark Dieng dukung pengembangan pariwisata

📅 Selasa, 17 Jun 2025, 11:05 WIB | Oleh:
Pelaku wisata harapkan geopark Dieng dukung pengembangan pariwisata Doc: ANTARA/Sumarwoto
Ket. Kompleks Candi Arjuna di Desa DIeng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Banjarnegara -- Pelaku wisata yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dieng Pandawa, Desa Dieng Kulon, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, mengharapkan penetapan Dieng sebagai geopark (taman bumi) nasional dapat turut mendukung pengembangan pariwisata di Dataran Tinggi Dieng.

"Saya mengapresiasi teman-teman yang mengajukan geopark karena waktu awal dulu, saya juga ikut sebetulnya karena berbicara geopark ini ada plus-minusnya," kata Ketua Pokdarwis Dieng Pandawa Alif Faozi di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Banjarnegara, Selasa.

Dalam hal ini, kata dia, sisi positif dari penetapan geopark itu berkaitan dengan keberadaan Dieng yang menjadi perhatian sebagai salah satu taman bumi, sehingga nantinya ada tanggung jawab yang harus dijaga oleh semua elemen.

Bahkan, dia menilai geopark Dieng sangat bagus karena memiliki berbagai keragamanan geologi, hayati, dan budaya.

Dengan Dieng menjadi taman bumi, lanjut dia, masyarakat akan merasakan dampaknya sehingga sosialisasi harus dilakukan secara intensif.

"Oleh karena itu, geopark Dieng jangan hanya menjadi brand saja lantaran bisa menjadi bumerang seperti halnya Kaldera Toba yang telah ditetapkan sebagai geopark global oleh Unesco (Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa, red.) namun beberapa waktu lalu mendapatkan peringatan dari organisasi di bawah PBB itu," katanya.

Menurut dia, salah satu penyebab keluarnya peringatan dari Unesco itu berkaitan dengan kurangnya pelibatan masyarakat dalam pengelolaan geopark Kaldera Toba.

Terkait dengan hal itu, dia mengharapkan dalam pengelolaan geopark Dieng, penguatan konsorsium para pemangku kepentingannya harus dikuatkan sejak awal dengan melibatkan semua lembaga yang ada.

Dikutip dari laman esdm.go.id, konsep geopark atau taman bumi merupakan pola pengembangan kawasan secara berkelanjutan yang memadukan tiga keragaman, yaitu keragaman geologi (geo-diversity), keanekaragaman hayati (bio-diversity), dan keanekaragaman budaya (cultural-diversity).

Ada pun tujuan pengelolaan geopark adalah untuk mengembangkan ekonomi masyarakat setempat dengan berasaskan perlindungan atas ketiga keragaman yang terdapat dalam kawasan itu.

"Sama seperti ketika saya mendapatkan penghargaan pariwisata berkelanjutan, di situ ada tanggung jawab kepada pelestarian lingkungan, pelestarian budaya, dan pelestarian sosial ekonomi yang harus seimbang," katanya.

Kendati saat mengikuti penilaian pariwisata berkelanjutan tersebut, dia merasa hal itu tidak mudah diwujudkan karena dalam hal pelestarian lingkungan, Dieng sempat menjadi isu nasional berkaitan dengan kerusakan alamnya.

Oleh karena pariwisata berkelanjutan tersebut menjadi sebuah harapan, dia pun mencoba mengantisipasi kerusakan-kerusakan alam yang terjadi di Dieng, antara lain dengan budi daya tanaman yang ramah lingkungan dan pengelolaan sampah.

"Sejak awal, kami berusaha bangkitkan kesadaran masyarakat bahwa lingkungan ini harus lestari," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Yaman Gelar Unjuk Rasa Besa...
Luar Negeri
Tiongkok Canangkan Target A...

Piala Dunia, Menit 20 Spanyol Mendapat Penalti, 1-0

37 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Dunia, Menit 20 Spany...
Luar Negeri
Dubai Bangun Pelabuhan Baru...
Luar Negeri
Tiongkok Pecat Eks Petinggi...
Luar Negeri
Inggris Sumbang Dana 10 Jut...
Megapolitan
Festival Lima Gunung Hadirk...
Ekonomi
Harga Khusus BBM Nelayan Di...
Harga Khusus BBM Nelayan Ditetapkan Pemerintah

Harga Khusus BBM Nelayan Ditetapkan Pemerintah

15 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.