Gabung WHO Pasifik Barat, Indonesia Berpeluang Tingkatkan Layanan Kesehatan Lansia
📅 Selasa, 17 Jun 2025, 11:41 WIB | Oleh: Tim PenulisIndonesia harus menyesuaikan mekanisme pelaporan, penganggaran, dan sistem kerja yang sebelumnya terintegrasi dengan SEARO. Hal ini mencakup adaptasi terhadap terminologi, pendekatan teknis, dan struktur koordinasi yang berlaku di WPRO.
Apabila tidak direncanakan secara rinci, transisi ini bisa menimbulkan beban tambahan bagi birokrasi kesehatan nasional.
2. Risiko diplomatik dan persepsi negara lain
Perubahan wilayah dapat menimbulkan kesan bahwa Indonesia mengambil jarak dari negara-negara tetangga di Asia Selatan. Hal ini dapat berdampak pada kerja sama jangka panjang yang sudah dibangun, seperti program pemberantasan penyakit tropis atau aliansi kapasitas darurat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Komunikasi strategis dan diplomasi sensitif diperlukan agar tidak menimbulkan ketegangan.
3. Kapasitas negosiasi di arena baru
Indonesia harus memastikan kesinambungan program-program yang diprakarsai SEARO sebelumnya, misalnya pengendalian TB, kesehatan ibu, hingga penyakit tropis terabaikan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebab, WPRO memiliki prioritas kebijakan yang berbeda dengan SEARO, seperti teknologi kesehatan dan layanan digital. Indonesia perlu memastikan bahwa isu-isu khas negara kepulauan dan Global South tetap mendapat perhatian.
Tujuannya agar negara kita tidak hanya menjadi penerima agenda regional yang sudah ditetapkan oleh negara-negara dengan kekuatan teknis dan fiskal besar, seperti Cina, Jepang, Korea Selatan, atau Australia.
Untuk memperjuangkan kepentingan nasional, diperlukan peningkatan kapasitas negosiasi dan diplomasi kesehatan global, baik di level teknokratik maupun politik.
Masuknya Indonesia ke WPRO menandai babak baru dalam diplomasi kesehatan negara ini. Perpindahan regional seharusnya bukan sekadar perubahan administratif dalam struktur WHO, melainkan peluang besar bagi Indonesia untuk memperkuat sistem kesehatan masyarakat di masa depan.
Dengan begitu, bertambahnya populasi menua bukan menjadi beban, tetapi justru jadi alarm untuk menyediakan sistem kesehatan yang adil bagi semua kelompok usia.
Ilham Akhsanu Ridlo, Assistant professor, Universitas Airlangga
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!